Rabu 17 Aug 2016 16:08 WIB

BMA Beri Beasiswa 46 Anak Mualaf

Mualaf
Mualaf

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Sebanyak 46 anak mualaf dari keluarga kurang mampu memperoleh beasiswa penuh Tingkat SLTP dan SLTA dari Baitul Mal Aceh (BMA) pada tahun 2016. "Beasiswa tersebut diberikan sebagai upaya regenerasi untuk membentengi aqidah dalam keluarga mereka," kata Plt Kepala Baitul Mal Aceh, Armiadi Musa di Banda Aceh, Selasa Kemarin.

Ia menjelaskan ke 46 penerima beasiswa tersebut berasal dari daerah rawan aqidah yang telah dipetakan Dewan Pertimbangan Syariah yaitu Simeulue, Subulusssalam, Aceh Singkil, Aceh Tenggara dan Aceh Tamiang.

Menurut dia, santri penerima manfaat tersebut sudah masuk ke pesantren-pesantren yang direkomendasi dan berkerjasama dengan Baitul Mal Aceh seperti pesantren Daruzzahidin Aceh Besar,?Islamic Solidarity Schoool Jantho dan tahun lalu juga dengan Darul Ihsan.

Ia mengatakan beasiswa untuk anak mualaf tersebut merupakan program rutin Baitul Mal Aceh.

"Alhamdulillah kita terus melakukan perekrutan penerima baru setiap tahunnya dan jumlah penerima manfaat hingga saat ini sudah mencapai ratusan," katanya.

Lebih kanjut ia menjelaskan, peserta yang memperolah beasiswa tersebut telah melalui proses verifikasi terlebih dahulu mengenai status ekonomi keluarga, di mana. Amil Baitul Mal telah memeriksa penerima manfaat tersebut benar-benar berasal dari keluarga miskin atau bukan.

"Mereka yang dinyatakan lulus akan masuk pesantren dan semua ditanggung seperti biaya masuk, SPP, uang bulanan, perlengkapan sekolah seperti seragam dan perlengkapan alat tulis," katanya.

Ia menambahkan, tujuan dari bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap para keluarga mualaf dalam meringankan beban ekonomi dan juga pemberdayaan mualaf di sektor pendidikan yang berasal dari keluarga miskin.

Pihaknya berharap melalui program tersebut para penerima manfaat nantinya akan menjadi generasi yang mampu membentengi aqidah saudara-saudara mereka yang baru masuk Islam."Semoga mereka nantinya menjadi pembela agama dan kader-kader da"i di daerah mereka tinggal setelah dewasa nanti," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement