Kamis 23 Jun 2016 09:23 WIB

Muhammadiyah: Nuzulul Quran Spirit Bebas dari Keterpurukan

 makna yang terdapat dalam momentun Nuzulul Quran atau turunnya Alquran. Yakni, makna spiritual dimana membaca Alquran sebagai salah satu ibadah utama.
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
makna yang terdapat dalam momentun Nuzulul Quran atau turunnya Alquran. Yakni, makna spiritual dimana membaca Alquran sebagai salah satu ibadah utama.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Peringatan Nuzulul Quran sebagai momentum tepat bagi umat Islam membangun spirit yang kuat untuk bersama-sama elemen masyarakat lainnya membebaskan bangsa dari keterpurukan. Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sapari mengatakan, di sanalah letak dari makna turunnya Alquran.

"Mengingat hal tersebut sesuai dengan tujuan dari diturunkan Alquran, yakni petunjuk bagi manusia yang salah satunya agar terhindar dari keterpurukan," katanya dalam peringatan Nuzulul Quran 1437 Hijriah di Magelang, Kamis (23/6).

Ia mengemukakan melalui peringatan tersebut, umat diajak melakukan evaluasi dan introspeksi dalam proses menuju kehidupan yang lebih baik di berbagai bidang. Ketika setiap manusia membangun niat kuat untuk membebaskan diri dari keterpurukan, katanya, keterpurukan yang melanda bangsa-bangsa di dunia, termasuk Indonesia, akan bisa diatasi.

Ia mengatakan beberapa pesan dalam Alquran, seperti perintah untuk membaca tidak hanya bermakna individual, akan tetapi juga kolektif, dalam hal upaya memperoleh akses pendidikan. "Yang secara kolektif, negara ini melalui para pengambil kebijakan memiliki kewajiban untuk menyediakan akses pendidikan yang layak, adil, dan merata bagi setiap warganya agar terhindar dari kebodohan dan keterbelakangan," ujarnya.

Begitu pula, katanya, terkait dengan kepedulian terhadap kaum fakir miskin perlu dimaknai bahwa negara memiliki kewajiban mengatasi keterpurukan dalam hal kemiskinan. Ia mengemukakan penyebab kemiskinan seperti ketidakadilan, terkait dengan pendapatan dan kepemilikan kekayaan, sedangkan praktik korupsi juga mengakibatkan berkurang dan hilangnya anggaran untuk kepentingan publik.

Selain itu, katanya, kerusakan lingkungan mengakibatkan hilangnya ruang publik, khususnya bagi kelompok petani, dalam memanfaatkan sumber daya alam untuk kesejahteraannya. "Hal-hal seperti itu perlu segera dicarikan solusinya," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement