Kamis 31 Mar 2016 15:46 WIB

Musabaqah Perkokoh Persahabatan RI-Saudi

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Achmad Syalaby
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Musthafa Ibrahim Mubarak berfoto bersama dengan para pemenang lomba Musabaqah Hafalan Al-quran dan Hadis Tingkat Nasional, Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Suud Rahimah
Foto: Republika/ Darmawan
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Musthafa Ibrahim Mubarak berfoto bersama dengan para pemenang lomba Musabaqah Hafalan Al-quran dan Hadis Tingkat Nasional, Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Suud Rahimah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menutup Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadis (MHQH) Pengeran Sultan bin Abdul Aziz Ulu Su’ud ke-8 tingkat nasional. Menurut Lukman, MHQH telah memberi arti yang besar bukan hanya bagi dakwah dan syiar islam tetapi juga bagi persahabatan Kerajaan Saudi Arabia (KSA) dengan Indonesia.

“Hubungan persahabatan kedua negara memiliki dimensi sangat luas mencakupi bidang agama, pendidikan, politik, ekonomi dan kebudayaan,” kata Lukman dalam sambutannya pada acara Penutupan MHQH Pengeran Sultan bin Abdul Aziz Ulu Su’ud ke-8 tingkat nasional, di kantor Kementerian Agama Jakarta, Kamis (31/3).

Lukman menuturkan, ikatan kedua negara sudah terjalin sejak ratusan tahun lamanya. KSA merupakan satu-satunya negara yang paling banyak dikunjungi masyarakat indonesia setiap tahun melalui ibadah haji. Sudah sejak lama pula, KSA menjadi tujuan favorit bagi pemuda Indonesia untuk memperdalam ilmu agama.

Dari sisi historis dan politik, tambah Lukman, KSA menjadi salah satu negara yang sejak dini mendukung kemerdekaan Indonesia. Saat Indonesia masih dijajah Belanda, para ulama Arab banyak memberi inspirasi kepada para ulama dan kaum cendekia Indonesia untuk bangkit berjuang menjemput kemerdekaan. KSA saat ini mendukung posisi Indonesia di berbagai forum internasional. 

Menurut Lukman, KSA dan negara-negara di Timur Tengah lainnya adalah mitra strategis bagi Indonesia dan pasar besar bagi produk halal Indonesia. Seiring semakin meningkatnya ekspor Indonesia ke pasar Timur Tengah. Begitupun sebaliknya, nilai investasi KSA di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat.

“Saya berharap kerjasama antara kedua bangsa dan negara memberi makna yang luas dan berdampak optimal,” ujar Lukman. (Baca juga: Menag Harapkan Musabaqah Hadirkan Perdamaian di Tengah Konflik).

Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menjelaskan, MHQH adalah salah satu sarana untuk memperkuat persatuan bangsa dan mengokohkan persahabatan antara kedua negara. Diharapkan, kesuksesan musabaqah tidak hanya dimaknai dari segi pelaksanaan acara tetapi juga sukses membawa kedua bangsa menjadi lebih baik lagi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement