Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

30 Maret, Lahirnya Muhammad Al Fatih Sang Pembebas Konstantinopel

Rabu 30 Mar 2016 03:30 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Lukisan Sultan Muhammad Al Fatih

Foto:

Naik Tahta di Usia Belia

Di usia sekitar 11 atau 12 tahun, ia dikirim ayahnya ke sebuah kota Amasya untuk menjadi gubernur. Tak sampai satu tahun, ayahnya mengundurkan diri sebagai Sultan dan menyerahkan tampuk kesultanan kepada Al Fatih.

Pemikiran Sultan Murad II sangat terpengaruh oleh pemikiran ulama-ulama Islam kala itu, khususnya oleh pemikiran penasihat terdekatnya, Molla Gurani, serta Syaikh Syamsuddin yang di kemudian hari mendorongnya untuk menaklukkan Konstantinopel.

Di tahun pertamanya naik tahta, Kekaisaran Hungaria menyerang dan melanggar perjanjian gencatan senjata. Ia sempat kewalahan dan meminta ayahnya kembali menjadi Sultan untuk memimpin pasukan.

Namun ayahnya menolak karena telah memutuskan untuk menjalani hidup tenang di Barat Daya Anatolia. Mehmed II yang marah kemudian mengirimkan surat kepada ayahnya.

"Bila ayah adalah Sultannya, datanglah dan pimpinlah pasukan ayah. Bila aku adalah Sultannya, aku memerintahkan ayah untuk datang dan memimpin pasukanku." Murad II tergugah, datang membantu, dan memenangkan Pertempuran Varna yang dimulai pada 10 November 1444.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA