Rabu 09 Mar 2016 08:39 WIB

Menyaksikan Gerhana Matahari dari 'Tulang Rusuk'

Menyaksikan gerhana matahari dengan bantuan hasil foto rontgen
Foto: Andi Nur Aminah/Republika
Menyaksikan gerhana matahari dengan bantuan hasil foto rontgen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Antusiasme warga yang ingin menyaksikan fenomena gerhana matahari tak bisa terbendung. Warga yang tak memiliki kacamata khusus pun mencari akal untuk menyaksikan gerhana matahari dengan menggunakan bahan-bahan sederhana. Salah satunya adalah menggunakan film hasil foto rontgen. 

Hal itu dilakukan dua bocah siswa SD dan SMP, Aulia Nabila dan Zaki Fajar. Kedua anak ini berhasil menyaksikan fenomena gerhana matahari dengan bantuan alat sederhana, yakni hasil foto rontgen tulang rusuk. Mereka awalnya hanya menyaksikan detik-detik peristiwa gerhana matahari melalui layar kaca. Namun beberapa saat kemudian, ibunya muncul mengeluarkan selembar hasil foto rontgen dan menyuruh mereka keluar menyaksikan gerhana yang sedang berlangsung. 

"Wah keren, itu mataharinya seperti bulan sabit," ujar Nabila saat melihat peristiwa gerhana dari balik hail foto rontgen tulang rusuk, Rabu (9/3).

Siswa SMP 56 itu menyaksikan gerhana dengan alat-alat sederhana. Selain hasil foto rontgen, Nabila juga menggunakan kacamata hitam. Beberapa saat, dia menyaksikan fenomena gerhana matahari itu dengan wajah tertegun. Secara bergantian, dia dan adiknya menggunakan hasil foto rontgen yang hanya selembar itu untuk menyaksikan gerhana matahari sebagian yang berlangsung di Jakarta.

Namun adiknya, Zaki, tampaknya tidak sanggup terlalu lama menyaksikan walau pun sudah menggunakan perantara alat kacamata hitam dan hasil foto rontgen. "Pusing dan agak silau," katanya. 

(Baca Juga: Alat Bekas Pakai Ini Bisa Digunakan untuk Melihat Gerhana Matahari)

Memanfaatkan alat-alat sederhana, memang bisa dilakukan untuk mengamati fenomena gerhana matahari.  Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Tomas Djamaluddin mengatakan, masyarakat harus berhati-hati melihat gerhana matahari secara langsung. Dia mengimbau untuk menggunakan kacamata matahari yang bisa meredupkan 100 ribu kali cahaya. Kalau tidak ada, Thomas menyebut ada  beberapa barang yang bisa menjadi alternatif untuk melihat gerhana matahari.

"Bisa gunakan alat peredup lainnya. Misalnya, kacamata hitam pekat, isi disket, atau bagian hitam film rongent. Proteksi dengan kertas berlubang juga bisa dipakai. Cara tradisional dengan menggunakan pantulan air bisa digunakan karena air juga menyerap sebagian cahaya matahari," ujarnya kepada Republika.co.id, Senin (7/3).

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement