Rabu 09 Mar 2016 08:24 WIB

Saat Siang Jadi Gelap, 'Luar Biasa, Ini Benar-Benar Kekuasaan Sang Pencipta'

Dua petugas Lapan menyiapkan teleskop untuk pengamatan gerhana matahari total (GMT) di Jembatan Ampera, Palembang, Selasa (8/9).
Foto: Antara/Wahyu Putro A
Dua petugas Lapan menyiapkan teleskop untuk pengamatan gerhana matahari total (GMT) di Jembatan Ampera, Palembang, Selasa (8/9).

REPUBLIKA.CO.ID, SILAUT -- Fenomena alam gerhana matahari total terpantau dari Bukit Solang, Silaut, yang berlokasi di perbatasan Sumatera Barat dengan Bengkulu sekitar pukul 07.31 WIB.

Tepat pukul 07.31 WIB suasana langit di Silaut yang sebelumnya cerah tiba-tiba gelap. Langit berubah warna menjadi merah jingga seperti kondisi saat matahari terbenam dalam waktu 50 detik.

Sang surya yang bersinar terang redup karena ditutup bulan dengan warna kehitaman. Puluhan warga setempat yang sudah memadati lokasi sejak pukul 06.30 WIB untuk menyaksikan fenomena alam tersebut takjub dan terus mengamati fenomena saat matahari, bulan dan bumi dalam posisi yang sejajar. "Luar biasa, ini benar-benar kekuasaan sang Pencipta, suasananya indah," ucap warga setempat Dodi.

Para warga menyaksikan gerhana matahari total melalui alat bantu kacamata yang dilapisi rol film bekas. Dodi mengetahui dari media massa untuk menyaksikan gerhana matahari total sebaiknya menggunakan alat bantu agar mata tidak rusak.

Selain menyaksikan langsung warga lainnya terlihat sibuk mengabadikan peristiwa tersebut menggunakan kamera.

Sementara Sekretaris Camat Silaut Amrizal mengatakan di Silaut warga menggelar salat sunnah gerhana matahari pada dua lokasi yaitu Masjid Mubarak Kota Terpadu Mandiri Silaut dan Pasir Binjau Silaut II.

Baca juga, Warga Sukabumi Gelar Salat Gerhana di Masjid-Masjid.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement