REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perhelatan Islamic Book Fair (IBF) 2016, diikuti 423 penerbit buku. Mereka menjual beragam jenis buku, mulai dari kitab-kitab fikih, novel, buku sejarah, buku fiksi anak, Alquran terjemahan, dan lain-lain.
Hampir semua buku tersebut diminati dan dicari pengunjung IBF yang beragam latar belakang usianya. Hal tersebut menyebabkan masing-masing gerai penerbit, disesaki para pengunjung.
Panitia Penanggung Jawab Bidang Acara IBF 2016 Guntur Ramadhan mengatakan, setelah tiga hari digelar, ia melihat, semua gerai penerbit memang cukup ramai oleh pengunjung.
"Sepertinya merata. Karena IBF ini memang mengakomodasi kebutuhan pembaca-pembaca Muslim. Insya Allah, semua buku yang dicari pengunjung bisa ditemukan di sini," jelasnya pada Republika, Ahad (28/2).
Guntur berpendapat meratanya keramaian juga disebabkan korting harga yang diterapkan masing-masing penerbit terhadap buku-buku yang mereka jual. "Hampir semua menerapkan diskon di sini. Besarnya sekitar 20 persen sampai 70 persen," katanya.
Kendati demikian, ia melihat, sebagian besar pengunjung IBF 2016, lebih didominasi kalangan remaja. "Kebanyakan memang pembaca muda ya. Mereka biasanya mencari novel-novel Islami," ucapnya.
Namun, Guntur belum mengetahui novel-novel Islami apa saja yang paling dicari dan diminati oleh pembeli remaja. Sebab, seperti yang telah dijelaskan, hampir semua gerai penerbit, selalu disesaki oleh pengunjung IBF.