Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

PBNU Minta Pemerintah Wajibkan Rehabilitasi untuk LGBT

Kamis 25 Feb 2016 16:17 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Achmad Syalaby

 Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar

Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar

Foto: ROL/Agung Sasongko

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menolak tegas paham dan gerakan yang mengakui eksistensi lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). LGBT dinilai mengingkari fitrah dan menodai kehormatan kemanusiaan.

"Sehingga orang yang mengidap LGBT harus direhab," kata Miftahul Akhyar, wakil rais aam PBNU, dalam konferensi pers di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (25/2).

Miftahul menjelaskan, pola rehabilitasi harus dilakukan sesuai dengan faktor yang menyebabkannya. Selain itu, perlu ada pengerahan sumber daya untuk rehabilitasi terhadap setiap orang yang mempunyai kecenderungan LGBT.

PBNU meminta pemerintah serius memberikan rehabilitasi dengan cara mewajibkannya. PBNU juga mengimbau semua kalangan, baik dai, masyarakat, maupun warga NU khususnya, untuk menyediakan layanan rehabilitasi bagi pelaku LGBT. Selain itu, juga memberikan pendampingan untuk pemulihannya.

Dalam level keluarga, PBNU meminta para orang tua memberikan pendidikan pranikah dan konsultasi-konsultasi keagamaan untuk melanggengkan pernikahan. Perlu pula ada langkah dakwah dengan hikmah dan menggunakan cara-cara yang baik, lemah lembut, peduli, serta penuh kasih sayang dalam menanganinya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA