Sabtu 20 Feb 2016 16:04 WIB

MUI Palu Minta Jaminan Vaksin Halal

Direktur Surveilans Imunisasi Karantina dan Kesehatan Matra (SIMKARKESMA) Kemenkes Wiendra Waworuntu (kiri) dan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan PenyehatanLingkungan KemenkesMohammad Subuh(kanan) saat menberikan keterangan terkait kewaspadaan an
Foto: Republika/Prayogi
Direktur Surveilans Imunisasi Karantina dan Kesehatan Matra (SIMKARKESMA) Kemenkes Wiendra Waworuntu (kiri) dan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan PenyehatanLingkungan KemenkesMohammad Subuh(kanan) saat menberikan keterangan terkait kewaspadaan an

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah, meminta pemerintah untuk menjamin bahwa vaksin yang akan digunakan dalam Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio, 8-15 Maret mendatang adalah produk halal sesuai ajaran agama Islam.

Ketua MUI Kota Palu Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag mengemukakan di Palu, Sabtu, sesuatu yang dilakukan oleh pemerintah yang melibatkan masyarakat atau umat manusia harus dijamin kebersihan dan sterilisasinya dari segala bentuk virus, serta bebas dari segala unsur yang haram di dalam Islam.

"Sesuatu yang dilakukan untuk ummat manusia harus dijamin kehalalannya," katanya.

Pakar Pemikiran Islam Modern itu meminta pemerintah mempertimbangkan secara cermat dari sudut pandang keagamaan atas penyelenggaraan PIN Polio pada bulan Maret mendatang.

Dimana, kata dia, PIN 2016 mendatang melibatkan banyak masyarakat, di dalamnya terdiri atas berbagai agama yang tentunya secara otomatis membutuhkan kebersihan dan sterilisasi vaksin yang dipergunakan dari hal-hal yang dianggap negatif.

Olehnya, sebut dia, pemerintah harus secara tegas menjamin ke-halal-an vaksin yang di pergunakan saat menyelenggarakan PIN 2016 di berbagai daerah.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement