Sabtu 20 Feb 2016 06:25 WIB

Masjid Pusat Gerakan Kelestarian Lingkungan

Masjid
Foto: Republika/Tahta Aidilla
Masjid

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Dewan Masjid Indonesia, Majelis Ulama Indonesia dan Indonesia Bergerak Selamatkan Bumi (Siaga Bumi) meluncurkan EcoMasjid yakni gerakan nasional pemuliaan lingkungan hidup berbasis masjid, di Masjid Azzikra, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat.

"Ecomasjid dimaksudkan agar masjid menjadi sarana sosialisasi, menghimbau umat agar senantiasa menjaga kelestarian hutan dan lingkungan sekitar melalui dakwah, baik secara lisan, tulisan maupun tindakan nyata," kata KH Arifin Ilham, selaku pembina Masjid Azzikra Sentul.

Peluncuran Ecomasjid yang dibarengi dengan kegiatan Semiloka ini dihadiri oleh Direktur Konservasi Tanah dan Air, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktur Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan, Ketua Dewan Pengarah Indonesia Bergerak Selamatkan Bumi, Prof Din Syamsuddin, Sekjen DMI, Imam Addaruquthni, dan Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam MUI, Hayu Prabowo.

Ecomasjid memiliki empat program utama yakni penghijauan, konservasi air, sanitasi dan pengolahan sampah.

Sekjen DMI, Imam Addaruquthni mengatakan, masjid memiliki peran selain sebagai tempat peribadatan umat Islam, juga secara fungsional sebagai "driving force" bagi kebajikan lingkungan dalam arti seluas-luasnya, seperti solidaritas sosial, dan juga solidaritas kelompok (komunal).

"Sejarah mencatat peran fungsional masjid, penyemai nilai-nilai dan etos transformatif, dan pemuliaan lingkungan hayati bio-enviroment berdasarkan atas konsep tawheed al-wujud yaitu keseatuan relasional wujud (alam, manusia, dan Allah)," katanya.

Imam mengatakan, masjid menumbuhkan dan menghidupkan etos pemeliharaan dan kelangsungan hayati (himayah wa tanmiyah biat al-hayah) yang menjadi makna antara dari ujaran bahwa masjid itu menghidupkan dan memakmurkan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement