Jumat 05 Feb 2016 16:24 WIB

JSIT: Pendidikan Bagian dari Dakwah

Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti/ Red: Achmad Syalaby
Ratusan pelajar beserta guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) AL-Islam Kudus menggelar Salat Istisqo di halaman sekolah di Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (17/10). (Antara/Yusuf Nugroho)
Ratusan pelajar beserta guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) AL-Islam Kudus menggelar Salat Istisqo di halaman sekolah di Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (17/10). (Antara/Yusuf Nugroho)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Pembina Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Fahmy Alaydroes mengatakan mengelola pendidikan merupakan bagian dari dakwah. Dia mengingatkan jangan sampai anak-anak umat Islam tumbuh dan berkembang di luar dari perintah-perintah Allah SWT.

Untuk itu Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) dibentuk untuk mengarahkan sekolah dan anak-anak dapat dididik dengan cara-cara yang diperintahkan oleh Allah SWT. Konsep Islam terpadu saat ini merupakan sebuah model yang tepat untuk digunakan dalam dunia pendidikan.

"Tujuan dari model yang tepat dan efektif adalah untuk menciptakan anak-anak  yang mampu memimpin orang-orang mutaqin," ujar dia di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Jumat (5/2).

Anak-anak tidak hanya dididik untuk menjadi hebat dan pandai di dunia saja tetapi juga untuk akhirat. Sehingga pengelola sekolah islam terpadu harus dapat menyusun dan menyiapkan sekolah yang akan melahirkan generasi yang kuat.

Pembelajaran jangan sampai miskin stimulasi. Ini merupakan ancaman sekolah karena menjadi lemah, padahal tujuan utamanya adalah melakukan pembentukan karakter umat yang cerdas dan bertakwa. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement