Jumat 05 Feb 2016 15:05 WIB

Sambut MEA, JSIT Belajar dari Malaysia dan Thailand

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Achmad Syalaby
Murid Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT).
Foto: Dok Republika
Murid Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Panitia Seminar dan Sosialisasi Panduan Pengelolaan Lembaga Penyelenggara Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Suhartono mengatakan, pihaknya mengundang dua tokoh pendidikan dari Malaysia dan Thailand.

Hadirnya dua tokoh tersebut agar JIST mampu membuka diri pada kemajuan yang mereka miliki untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). 

"Kita dapat belajar dari mana saja, kami pelajari profil Rektor Universitas Yala Ismail Luthfi yang telah membuat perguruan tinggi, kita akan mencoba melihat kelebihan dan bertukar pengalaman mengenai membangun karakter pendidik Islam," ujar dia di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Jumat (5/2).

Sementara itu, perwakilan dari Kementerian Pendidikan Malaysia akan membahas mengenai model pendidikan Integrated Holistic Education System (IHES). Kemendikbud telah melahirkan model pendidikan dan membuat sekolah sebagai tempat aplikasinya.

Sebisa mungkin JSIT akan mengembangkan model ini tetapi tidak 100 persen. Karena selama ini Sekolah Islam Terpadu telah memiliki standar mutu kekhasan. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement