Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Ponpes Harus Peran Cegah Kekerasan dan Ajaran Menyimpang

Jumat 29 Jan 2016 08:55 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agung Sasongko

Deddy Mizwar

Deddy Mizwar

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pondok pesantren (ponpes) memiliki peran penting dalam tatanan kehidupan masyarakat. Selain memiliki fungsi pendidikan dan dakwah keagamaan, dalam kehidupan masyarakat, Ponpes memiliki fungsi yakni sosial dan kultural.

Menurut Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, pondok pesantren harus memberikan peranannya dalam mengatasi kekerasan yang mengatasnamakan keagamaan dan berbagai aliran menyimpang yang marak terjadi saat ini. Saat ini, kekerasan yang mengatasnamakan keagamaan serta merebaknya berbagai paham atau aliran menyimpang yang jauh dari pilar-pilar risalah Islam merupakan fenomena yang perlu menjadi perhatian kita.

"Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan dan dakwah sejatinya harus mengambil peran secara aktif dalam mengatasi aliran radikal," ujar Deddy yang akrab disapa Demiz saat menghadiri acara Milad ke-40 Pondok Pesantren Mathla'ul Khaer Cintapada di Kelurahan Setianegara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya pada  Kamis malam (28/1),

(Baca: Pesantren Jaga Akidah Umat Islam)

Menurut Demiz, melalui gerakan pencerdasan umat serta pembinaan akidah dapat terus dilaksanakan dengan baik. Serta, untuk meningkatkan peranan ponpes di lingkungan masyarakat, Wagub pun mengatakan Pemprov Jawa Barat memberikan perhatian serius dalam meningkatkan kualitas pendidikan ponpes yang ada di seluruh Jawa Barat. Yakni, baik melalui program peningkatan sarana prasarana maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia pondok pesantren.

Pada kesempatan ini, Wagub juga meresmikan penggunaan gedung meeting hall atau Aula Hj. Hudaefah dan gedung Asrama Putri Ponpes Mathla'ul Khaer Cintapada. Wagub pun memberikan apresiasi atas pembangunan gedung meeting hall dan asrama ini.

Menurutnya hal tersebut merupakan bentuk sumbangsih nyata dari masyarakat dan para donatur untuk meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan pesantren.

Saat ini, Ponpes Mathla'ul Khaer memiliki santri sebanyak 1.029 orang. Ponpes yang berdiri sejak tahun 1976 ini, sekarang berkembang menjadi lembaga pendidikan dan telah memiliki Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dengan sarana dan prasarana yang cukup lengkap, seperti mushola, masjid, meeting hall atau aula, tempat malam atau asrama santri, serta lainnya.

Acara milad ini, dihadiri juga oleh Walikota & Wakil Walikota Tasikmalaya, Asisten Daerah Bidang Kesra Setda Prov. Jabar, Direktur Tahanan & Bukti Polda Jawa Barat, Kepala BKPP Wilayah IV Jawa Barat, Unsur FKPD Kota Tasikmalaya, para Pendiri Pondok Pesantren dan Yayasan Matla'ul Khaer Cintapada serta jajarannya, para ulama, para tokoh masyarakat, dan masyarakat sekitar ponpes.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA