Rabu 06 Jan 2016 23:40 WIB

Akhir Legenda Janissari

Rep: Amri Amrullah/ Red: Agung Sasongko
Janissari ilustrasi
Foto: wikipedia
Janissari ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dengan keunggulan dan keistimewaan pasukan ini, banyak keluarga di daerah penaklukan yang berlomba mendaftarkan putra mereka sebagai Janissari. Dari abad ke-15 sampai akhir abad ke-17, setidaknya ada 200 ribu hingga 300 ribu remaja laki-laki direkrut dengan sistem Devsirme untuk menjadi Janissari.

Seiring waktu, para Janissari begitu sukses sehingga mereka tumbuh menjadi salah satu kekuatan sendiri di Kekaisaran Turki Ustmani. Sayang, kemampuan mereka kemudian disalahgunakan untuk memengaruhi kebijakan. Mereka pun terlibat dalam konspirasi politik.

(Baca: Janissari, Gagasan Brilian Militer Turki)

Hingga abad ke-17, Janissari telah terlibat banyak kudeta terhadap sultan di istana untuk perebutan kekuasaan. Tugas Janissari disalahgunakan sebagai alat penggulingan kekuasaan. Di sisi lain, korupsi tumbuh di korps Janissari menggerogoti kekuatan militer Kekaisaran Turki Usmani hingga terus dikalahkan oleh musuh.

(Baca Juga: Janissari, Pasukan Elite Terbaik Dunia)

“Bahkan para Jannisari ini kemudian melanggar aturan mereka, terlibat dalam hubungan seksual dengan harem sultan hingga merencanakan pemberontakan dan membunuh Sultan Selim III (1789-1807),” ungkap Micah Azzir, seorang sejarawan Turki dari Istanbul yang melakukan penelitian tekait Janissari.

Upaya kudeta yang sama dilakukan Janissari terhadap Sultan Mahmud II (1808-1839). Namun, upaya tersebut gagal dan membuat Sultan Mahmud II marah besar. Akhirnya, pada 1826 Sultan Mahmud II berbalik memerintahkan seluruh pasukannya memerangi Janissari dan membubarkan pasukan elite tersebut.

“Lebih dari 4.000 Janissari tewas,” kata Azziz. (Baca: Peran Janissari dalam Penaklukan Konstantinopel)

Menurutnya, itu merupakan akhir yang menyedihkan dari sejarah pasukan elite. “Sebagian mereka desersi dan lari akibat ketidaktaatan mereka, sedangkan sebagian yang lain dihukum mati,” ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement