Senin 28 Dec 2015 13:47 WIB

Yuk Belajar dari Kakek Guru Syaikh Muhammad Mahfuzh Tremasi

Rep: c34/ Red: Agung Sasongko
Seminar internasional UIKA Bogor
Foto: Republika/C34
Seminar internasional UIKA Bogor

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Tak kurang dari 30 karya telah ditulis Syaikh Muhammad Mahfuzh Tremasi semasa hidupnya (1280 H-1338 H). Kitab-kitab karangannya meliputi ilmu fikih, ushul fikih, ilmu hadits, qiraat, dan lain-lain.

Riwayat hidup dan keilmuan ulama asal Tremas, Pacitan, Jawa Timur, itu dibahas tuntas dalam Seminar Internasional Program Doktor Pendidikan Islam Pascasarjana UIKA Bogor, Senin (28/12). Acara itu bertajuk "Peranan Ulama Indonesia di Dunia Pendidikan Internasional."

Salah satu pembicara, Kandidat Doktor Pendidikan Islam UIKA Agus Hasan Bashori mengatakan, banyak hal yang bisa dipelajari dari sepak terjang Syaikh Tremasi. Sejak usia 23 tahun, Tremasi berhasil merantau dari Jawa ke Makkah lantas menuntut ilmu dan mengajarkannya.

(Baca: Kiprah Syaikh Mahfuzh Tremasi di Kancang Internasional)

"Hampir semua Ahli Hadits berguru, bermulazamah, bertalaqqi kepada para Ahlus Sunnah sampai khatam lalu mendapatkan ijazah untuk meriwayatkan, mengajar, dan menuliskannya. Begitu pula dengan Syaikh Muhammad Mahfuzh Tremasi yang memiliki puluhan karya monumental," ungkap Agus, yang juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren al-Umm di Malang, Jawa Timur.

Agus mengungkapkan, ilmu-ilmu Islam yang mayoritas diwariskan dengan dihafal dan ditulis, perlu dipahami secara mendalam dengan metodologi yang benar. Penguasaan bahasa Arab, Alquran, Hadits, dan Ushul dalam bimbingan para ulama juga dibutuhkan untuk mengemban amanah ilmu.

Syaikh Muhammad Mahfuzh Tremasi, ujar Agus, adalah ulama yang sangat bagus akhlaknya, tidak pernah mengurusi yang bukan urusannya, qana'ah, wira'i, sabar, dan tawadhu. Mahfuzh memiliki seorang anak laki-laki bernama Muhammad yang hafal Alquran.

Berdasarkan catatan sejarah, Mahfuzh Tremasi belajar ilmu kepada para ulama yang utama dan mulia. Di antaranya, ayahnya sendiri Syaikh Abdullah bin Abdul Mannan Tremasi, Abu Bakar bin Muhammad Syatha' al-Makkiy, Muhammad al-Mansyawi al-Muqri, dan masih banyak lagi.

Ia juga sukses mengajar dan membimbing murid-murid yang selanjutnya menjadi ulama besar. Di antara murid-muridnya yang terkenal yaitu Abu Bakar bin Muhammad Arif Abdul Qadir Hauqir, Umar bin Hamdan al-Muhrisiy, Umar bin Abi Hasan Bajunaid, dan lain-lain. "Di antara muridnya adalah KH Hasyim Asy'ari pendiri Nahdlatul Ulama," tutur Agus menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement