Senin 30 Nov 2015 07:37 WIB

Hujan Selamatkan Masjid Ini dari Serangan Pembakaran

Rep: c38/ Red: Nidia Zuraya
Masjid dibakar/ilustrasi
Foto: suaraislam
Masjid dibakar/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sebuah masjid yang ditargetkan dalam serangan pembakaran berhasil diselamatkan oleh hujan.  Ketua Masjid Finsbury Park, Mohammed Kozbar, pertama kali mengetahui upaya pembakaran ketika ia membuka masjid pada Sabtu (28/11), sekitar pukul 10.15 waktu setempat.

"Pihak keamanan kami menemukan jerigen bahan bakar di luar dan beberapa kertas yang terbakar. Untungnya, lantai basah setelah terkena hujan dan api tidak berkobar," kata Kozbar, dilansir dari BBC, Senin (30/11).

Rekaman CCTV menunjukkan seorang pria mencoba membakar Masjid Finsbury Park pada Jumat (27/11) malam waktu setempat. Ia terlihat melemparkan tas berisi bensin ke dalam kompleks masjid dan melarikan diri dengan sepeda motor.

Anggota kepolisian setempat, Sersan Stuart Smillie, menerangkan, pelaku berusaha membakar tas tersebut sebelum melemparkan ke dalam kompleks masjid. Tanda-tanda hangus ditemukan pada kain yang melilit jerigen.

Smillie menilai ini usaha yang jelas dan disengaja untuk menyebabkan kebakaran. Meskipun bensin tidak sepenuhnya terbakar, ancaman dan niat pelaku telah jelas. Api yang dihasilkan bisa dengan mudah membahayakan siapapun di dalam masjid serta mereka yang tinggal di dekatnya.

Scotland Yard menilai serangan itu sebagai kejahatan kebencian akibat islamofobia. Hingga kini, belum ada pelaku yang ditangkap. Polisi meminta siapa saja yang mengetahui identitas pelaku untuk melapor.

Kozbar menambahkan, komite masjid telah menerima surat dalam seminggu terakhir yang memperingatkan bangunan berada di bawah ancaman serangan, tetapi dia tidak tahu apakah hal itu terkait serangan kemarin.

Dengan adanya insiden ini, kata Kozbar, dia ingin meyakinkan masyarakat di Islington bahwa kejahatan tersebut tidak memiliki tempat di dalam masyarakat. Ia bertekad lebih intens dalam mempromosikan kohesi dan kerukunan masyarakat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement