Kamis 29 Oct 2015 17:02 WIB

OKI: Negara Islam Perlu Kembangkan Variasi Pekerjaan

Organisasi Kerjasama Islam.
Foto: Wikimedia
Organisasi Kerjasama Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Iyad bin Amin Madani mengatakan bahwa tantangan bagi negara-negara Islam saat ini ialah menciptakan variasi lapangan pekerjaan bagi rakyatnya. 

"Variasi pekerjaan perlu dilakukan untuk menjamin sumber penghidupan warga negara, selain itu juga akan memberikan jaminan sosial bagi mereka," ujar Iyad dalam Konferensi Kementerian Tenaga Kerja Negara OKI di Jakarta, Kamis (29/10).

Dalam kesempatan tersebut, dia mendukung berlangsungnya konferensi tersebut, dan menilai mampu memberikan penilaian terhadap kinerja kementerian yang bersangkutan. "Konferensi ini sangat baik bagi kementerian kita, karena bisa digunakan untuk 'mereview' kualitas tenaga kerja," katanya menambahkan.

Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan "The 3rd Islamic Conference Labour Minister (ICLM)" yang dilaksanakan selama tiga hari pada 28-30 Oktober 2015. Pertemuan tersebut merupakan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Tenaga Kerja yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam yang membahas isu mengenai ketenagakerjaan yang berkembang di negara-negara Islam.

Dalam pertemuan tersebut sebanyak 32 negara telah menyatakan kehadirannya, ditambah dua negara pemantau dan satu negara "subsidiary bodies" OKI, dengan jumlah delegasi yang hadir mencapai 175 orang. Delegasi tersebut terdiri dari 14 menteri, 18 orang pejabat mewakili menteri (setingkat wakil menteri atau duta besar), 133 delegasi lain dari negara anggota, dan 32 sekretariat OKI.

Sebagai tuan rumah, Indonesia juga mengusulkan agar pertemuan tersebut menghasilkan komitmen berupa "Deklarasi Jakarta" yang secara garis besar berisikan komitmen untuk penciptaan lapangan kerja. Selanjutnya, perlindungan bagi pekerja migran, memperkuat pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja, serta pengembangan kapasitas tenaga kerja muda dan disabilitas.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement