Kamis 29 Oct 2015 16:59 WIB

Tak Ada Persiapan Shalat Istisqa di Istana

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Agung Sasongko
Presiden Joko Widodo mengumumkan paket kebijakan ekonomi pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9).Republika/Edwin Dwi Putranto
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Presiden Joko Widodo mengumumkan paket kebijakan ekonomi pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9).Republika/Edwin Dwi Putranto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana mengaku tak tahu mengenai rencana pelaksanaan shalat Istisqa di Masjid Baiturrahim, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (29/10). Hingga kini tak ada persiapan untuk menggelar shalat Istisqa.

"Saya tanya ke pengurus masjid Istana, katanya belum tahu," kata Ari lewat pesan singkat pada ROL, Kamis (291/0).

Ari mengaku telah mengkonfirmasi soal itu kepada Menteri Sekretaris Negara, Praktino. Mensekneg mengatakan tidak tahu dengan rencana tersebut.

Usulan menggelar shalat minta hujan secara nasional pertama kali dicetuskan oleh mantan keua umum Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi. Saat menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres pada Senin (26/10), Kiai Hasyim menyarankan pemerintah menggelar shalat istisqa agar hujan turun membasahi hutan-hutan yang terbakar di Kalimantan dan Sumatra.

Wapres Kalla pun menyambut baik saran tersebut dan menyatakan akan berkoordinasi dengan para ulama terkait pelaksanaan shalat. Namun, belakangan muncul perbedaan keinginan antara pemerintah dengan MUI terkait waktu pelaksanaan shalat istisqa.

"Pemerintah mau di masjid Istana setelah salat Jumat, tapi MUI menyarankan di lapangan Parkir Timur Senayan," ujar Wakil Ketua Umum MUI Yunahar Ilyas di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (27/10).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement