Kamis 29 Oct 2015 05:52 WIB

Islamic Center New York Ajak Nonmuslim Belajar Islam

Rep: c27/ Red: Esthi Maharani
Desain Islamic Center New York
Foto: AP
Desain Islamic Center New York

REPUBLIKA.CO.ID, LONG ISLAND -- Islamic Center Long Island di New York telah meresmikan lembaga lintas agama. Lembaga ini merupakan yang pertama di New York. Di sana, setiap pengikut agama diajak untuk bertukar pemahaman.

"Saya perlu lebih memahami ajaran agama lain," Dr. Faroque Khan, seorang dokter medis dan pendiri masjid dikutip dari Onislam, Kamis (29/10).

Ia menjelaskan, umat Islam tak hanya harus paham bagaimana mengenali diri sendiri dan ajarannya, tetapi juga perlu memahami ajaran agama lain.

"Umat non-Muslim pun diajak memahami dan belar tentang Islam," katanya.

Lembaga lintas agama ini sudah dibuka sejak 25 Oktober lalu. Penggurusan lembaga tersebut juga mencakup perwakilan dari Keuskupan Rockville Centre dan pemimpin dalam pendidikan tinggi.

Lembaga lintas agama ini sebagai langkah progresif menunjuk Isma Chaudhry sebagai presiden pada bulan Januari. Keputusan tersebut menjadi sejarah karena penunjukan pemimpin pertama seorang perempuan dari umat Muslim.

Tujuan utama lembaga lintas agama ditujukan untuk mendidik siswa agar lebih mengenal ajaran Islam. Agama yang lebih sering dikenal melalui berita dan televiasi dengan informasi yang sangat kurang tepat.

Kelompok kajian ini memiliki rencana untuk bekerja sama dengan kabupaten sekolah di Westbury, Hicksville, Herricks dan Jericho untuk mempromosikan antaragama melalui konferensi, seminar, dan kontes esai.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement