Sabtu 17 Oct 2015 10:49 WIB

Persis Berharap Hari Santri Bukan Milik Satu Golongan Umat Islam

Rep: Amri Amrullah/ Red: Teguh Firmansyah
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj (kiri) didampingi Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini (kanan) memberikan keterangan pers terkait peringatan Hari Santri Nasional di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (6/10).
Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj (kiri) didampingi Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini (kanan) memberikan keterangan pers terkait peringatan Hari Santri Nasional di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (6/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menyikapi adanya perbedaan pandangan dalam penetapan Hari Santri Nasional oleh pemerintah, Persatuan Islam (Persis) meminta kepada seluruh umat Islam untuk meletakkan Hari Santri ini sebagai milik semua golongan Muslim. Bukan hanya salah satu golongan atau ormas Islam tertentu.

Ketua Umum Persis Prof. K.H. Maman Abdurrahman mengatakan peringatan Hari Santri Nasional harus bisa diterima bersama seluruh kelompok elemen bangsa.  "Persis sangat mengapresiasi santri memang perlu dihormati, tapi ada yang perlu menjadi catatan jangan sampai hari santri ini hanya menjadi domain satu kelompok saja, karena ini hari nasional," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (17/10).

Ia khawatir bila ini hanya menjadi milik satu golongan, Hari Santri bisa menjadi alat politik untuk tujuan tertentu. Persis, kata dia,  tidak mempermasalahkan penetapannya. Karena di Persis dan ormas Islam lain juga banyak memiliki kelompok santri.

Hanya saja, Maman meminta agar penentuan hari ini sebisa mungkin menghindari klaim milik satu golongan. Caranya, yakni dengan membicarakan terlebih dahulu persoalan itu kepada semua ormas Islam.

Namun karena ini sudah ditetapkan, ia berharap pemerintah bisa lebih bijak menyikapinya. Jangan ada lagi persoalan sama ke depan. 

 
 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement