Jumat 25 Sep 2015 05:13 WIB

Arafah-Muzdalifah-Mina Menggelora

Jamaah Haji saat wukuf di Arafah, Rabu (23/9)
Foto: muslimvoices.org
Jamaah Haji saat wukuf di Arafah, Rabu (23/9)

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Anggito Abimanyu

Wukuf di Padang Arafah adalah puncak ibadah haji. Kegiatan wukuf adalah rukun haji yang bersifat wajib, haji seseorang tidak sah, apabila ia tidak hadir di Arafah.  Di Arafah, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, jamaah haji mengerjakan beberapa hal.

Pertama, tanggal 9 Dzulhijjah berangkat dari Mina menuju Arafah setelah melakukan Tarwiyah, yakni mengumpulkan bekal dan beristirahat. Selama di perjalanan jamaah haji melafdkan kalimat talbiyah, tahlil, dan takbir. Banyak pula jamaah yang berangkat langsung dari pemondokan di Makkah ke Arafah dan menginap di Arafah.

Kedua, tanggal 9 dan/atau 10 Dzulhijjah, tinggal di tenda-tenda, jamaah melaksanakan shalat wajib dan doa sebelum mendengarkan khutbah Arafah sesudah Zhuhur. Ketiga, jamaah melaksanakan shalat Zhuhur dan Ashar berjamah dan dijama’. Tidak ada shalat lain yang dilakukan.

Keempat, memperbanyak ibadah, seperti zikir, istighfar, doa, tilawah Alquran, dan semua ibadah yang bernilai kebaikan di sisi Allah SWT. Kelima, meninggalkan tempat wukuf saat matahari sudah benar-benar tenggelam. Kemudian bertolak menuju Muzdalifah untuk mabit  hingga tengah malam pada malam 10 Dzulhijjah.

Setelah mabit, jamaah berangkat ke Mina untuk melontar Jumroh Aqabah atau ke Masjidil Haram untuk Tawah Ifadoh. Bagi yang melaksanakan Tarwiyah, Mina didatangi oleh jamaah haji pada  8 Dzulhijah. Kemudian setelah shalat Shubuh tanggal 9 Dzulhijah, jamaah haji berangkat ke Arafah untuk wukuf.

Pada 11 Dzulhijjah, jamaah haji datang lagi ke Mina untuk  melempar jumrah  Aqabah, Wusta dan Ula. Di Mina,  jamaah haji wajib bermalam pada tanggal 11,12 Dzulhijah bagi yang melaksanakan Nafar Awal. Jamaah yang melaksanakan Nafar Tsani bermalam pada tanggal 11,12,13 Dzulhijah.

Arafah, Muzhalifah, Mina dan Jumrah adalah tempat wajib bagi jamaah haji. Di tempat-tempat suci itulah kalimat-kalimat talbiyah dan thayibbah terus digelorakan hingga menembus langit. Gelora Arafah, Muzdalifah dan Mina semata-mata untuk mengharapkan keridhaan-Nya dan menjadi haji yang mabrur.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement