Kamis 24 Sep 2015 08:53 WIB

Belajar Solidaritas dan Kepedulian dari Nabi Ibrahim As

Rep: dyah ratna meta novia/ Red: Damanhuri Zuhri
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.
Foto: MPR
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan, Nabi Ibrahim dan keluarganya mampu menjadi panutan, keluarga yang kuat persatuan dan kesatuannya ketika menghadapi iblis yang menggoda mereka dalam melaksanakan perintah Allah.

Maka TNI dan rakyat juga harus mampu menjadi mitra dalam memelihara keutuhan NKRI. Menjaga kedaulatan negeri dengan persatuan dan kesatuan yang solid.

''Rakyat dan TNI harus saling mengisi dan memiliki rasa solidaritas, kepedulian dan kebersamaan agar negeri ini menjadi abadi seperti ketika Allah mengabadikan nama Nabi Ibrahim," kata Hidayat Nur Wahid, Kamis, (24/9).

Menurut doktor dari Universitas Islam Madinah, Arab Saudi ini, Nabi Ibrahim dalam Al Quran disebut setara dengan sebuah bangsa. Karena kebesaran Nabi Ibrahim, keteguhannya, tekadnya, keutamaannya, keberkahannya.

''Ia mampu menempa dirinya dan mengelola keluarganya menjadi keluarga yang memiliki solidaritas, kepedulian dan kebersamaan demi terjaganya keutuhan kesholehan pribadi dan keluarga,'' jelas Hidayat Nur Wahid.

Begitu juga TNI AD dan rakyat, kata Hidayat, ''Harus mampu mengelola solidaritas, kepedulian dan kebersamaan guna memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement