Kamis 17 Sep 2015 19:19 WIB

'Niat Berkurban, Ya Jangan Asal Kurban'

Perencana Keuangan, Ahmad Gozali
Foto: Dokpri
Perencana Keuangan, Ahmad Gozali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sudahkah berniat kurban tahun ini? Kalau niatnya saja belum, action-nya masih jauh. Kalau niatnya kuat, action-nya makin dekat.

Perencana Keuangan, Ahmad Gozali menilai, ketika niatnya sudah ada tinggal bagaimana berkurban yang baik. "Kita tentu ingin berkurban yang terbaik. Niat yang baik, hewan yg baik, dan jangan lupa, cara yang baik pula. Mengenai pemilihan, penyembelihan, sampai distribusinya sudah banyak dibahas. Tapi ada hal yg sering terlewat, apa itu?," kata Ghazali dalam akun twitter pribadinya, @AhmadGozali, Rabu 917/9).

 

Menurut Ghazali ada beberapa hal yang sering terlewat umat Islam saat berkurban. Pertama, apakah penjual memiliki hewan kurban yang dijual. Selanjutnya, apakah spesifikasi hewan kurban sudah jelas. Masalah inilah yang terjadi ketika umat Islam berkurban via online.

"Jadi, solusinya bagaimana dong? Agar ibadah qurban kita sempurna, mulai dari jual-belinya sampai distribusinya. Perbaiki akadnya: bukan BELI hewan kurban, tapi TITIP BELI hewan kurban. Karena barangnya harus ada kalau akadnya jualbeli. Kita akadkan TITIP kepada lembaga untuk BELI hewan kurban, bukan langsung beli dari mereka. Bedanya tipis tapi signifikan," kata dia.

"Pilih juga lembaga terpercaya yang sudah memiliki stok atau ada kerjasama dengan peternak, untuk menjamin bahwa stoknya ADA. Selain menjamin ketersediaan stok, kerjasama lembaga dengan peternak juga biasanya bersifat pembinaan dan pemberdaayaan," tulisnya.

 

Untuk menghindari gharar (ketidakjelasan sifat barang), kata Ghazali, maka sebaiknya dijelaskan berat hewan tersebut jika ada perbedaan harga. "Boleh gak semua hewan disamaratakan harganya? boleh. Boleh gak harganya dibedakan? boleh, asalkan jelas beda beratnya berapa. Yang dihindari adalah, harganya beda-beda ada tipe ABC. Tapi tidak jelas kenapa harganya beda, tidak dijelaskan perbedaan beratnya," kata dia.

 

"Ini contoh yang baik (Katalog Qurban Al Azhar Peduli), jelas, tidak gharar. Ada beda harga berdasarkan beratnya. Kemarin saya ngobrol dengan pimpinan @ALAZHARPEDULI, "Kami tidak jualan hewan kurban, hanya bantu akses penjualan para peternak binaan kami". Dari @ALAZHARPEDULI sampaikan "Kami hanya fasilitasi xxx ekor kambing/domba & xxx sapi, karena itulah stok riil di peternak binaan kami"," kata dia.

 

"Saya salut dengan konsep Qurban Mubarak dari @ALAZHARPEDULI karena perhatikan betul detail akadnya dengan sempurna. Demikian kultwit pagi ini ya. Jangan Asal Qurban tapi perhatikan juga kesempurnaan akad jual-belinya, baik beli langsung maupun via lembaga."

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi