Senin 14 Sep 2015 22:24 WIB

Sufisme Islam Bantu Kemerdekaan Chechnya

Rep: c38/ Red: Agung Sasongko
Muslimah Cechnya (ilustrasi).
Foto: Al-Arabiya
Muslimah Cechnya (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sufisme Islam memainkan peran penting selama perang kemerdekaan. Sampai- sampai, kata Joanna Swirszcz dalam "The Role of Islam in Chechen National Identity", The Journal of Nationalism and Ethnicity, Vol 37, 2009, Chechen disebut menggunakan "pakaian spiritual bagi perjuangan nasional mereka".

Hal ini tidak lepas dari pengaruh sufisme di Chechnya. Sufisme telah melebur di tengah masyarakat Chechnya. "Ideologi sufi mudah beradaptasi dengan keyakinan umum, adat istiadat, dan masyarakat," ujar Vakhit Akaev, direktur Humanities Research Institute Republik Chechnya, seperti dikutip Jaimoukha.

Ajaran ini menampilkan kombinasi asketisme, penghambaan kepada Allah, kesetiaan murid dengan pemimpin tarekat, dan semangat jihad untuk melawan penjajahan. Pertemuan antara sufisme, nasionalisme, dan identitas tradisional menghasilkan kekuatan untuk melawan dominasi asing dalam bentuk apa pun.

Selama revolusi 1877 dan 1917, hampir semua populasi Muslim dewasa di Chechnya dan Ingushetia mengikuti tarekat Naqsabandiyah atau Qadiriyah. Bahkan, di era Soviet, mayoritas Chechen dan dan Ingushetia adalah anggota tarekat. Sampai dengan masa Israilov-Sheripov di awal 1940-an, ka- ta Jaimoukha, semua pemberontakan diprakarsai dan dilakukan oleh tarekat.

 

Seperti disebutkan, tarekat yang ber kembang di Chechnya adalah Naqsabandiyah, Qadiriyah, dan Syadziliyah.

Melawan kebiadaban yang dilakukan Rusia, gerakan Naqsabandiyah menjadi kekuatan utama di balik perlawanan Muslim pada paruh pertama abad ke- 19.

Penyebaran tarekat ini terjadi pada tahun 1820-an, berawal mula dari Dagestan. Ajaran Mullah Muhammad memainkan peran penting dalam pe nye baran semangat jihad. Dua muridnya, Ghazi Mohamed dan Imam Shamil, juga ditakdirkan mencatatkan kepahlawanan dalam sejarah Muslim Kaukasia.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement