Selasa 29 Mar 2022 00:35 WIB

Sebagian Muslim Chechnya dan Tatar Ikut Angkat Senjata Bela Ukraina

Serangan Ukraina mengembalikan kembali kenangan lama bagi warga Chechnya.

Rep: Amri Amrullah/ Red: Ani Nursalikah
Masjid Sultan Suleiman di Kota Mariupol,Ukraina. Sebagian Muslim Chechnya dan Tatar Ikut Angkat Senjata Bela Ukraina
Foto: istimewa
Masjid Sultan Suleiman di Kota Mariupol,Ukraina. Sebagian Muslim Chechnya dan Tatar Ikut Angkat Senjata Bela Ukraina

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Panglima perang Chechnya dan sekutu Putin, Ramzan Kadyrov, ikut memainkan peran tentaranya dalam perang Rusia di Ukraina. Dalam perjalanan sejarah, banyak Muslim Chechnya dan Tatar ikut membela Ukraina dan bersama melawan penjajah tanah air mereka.

Sampai saat ini jumlah pasukan relawan yang dikerahkan ke Ukraina tidak diketahui, tetapi reputasi Muslim Tatar dan pasukan Chechnya memperjuangkan kemerdekaan sesuai aturan agama sudah terkenal. Kehadiran mereka telah membangkitkan kenangan akan pertempuran perkotaan yang mengerikan dan pertempuran gerilya dari perang Chechnya pada 1990-an dan awal 2000-an.

Baca Juga

Presiden Republik Chechnya Ramzan Kadyrov yang dikenal sebagai salah satu sekutu paling setia Presiden Vladimir Putin mengumumkan di saluran Telegramnya bahwa anak buahnya akan bertempur di titik panas terpanas di Ukraina. Beberapa analis militer meragukan apakah pernyataan Kadyrov di media sosial secara akurat mencerminkan kinerja pasukannya di medan perang.

Klaim Ukraina dan kelompok NATO, ada sebagian kelompok Chechnya lain, di seberang garis depan juga bergabung dalam perang, tetapi mereka mempertahankan kedaulatan Ukraina dari serangan Rusia. "Warga Ukraina yang terhormat, tolong jangan melihat orang-orang itu sebagai orang Chechen. Mereka adalah pengkhianat, boneka Rusia," kata Adam Osmayev, seorang pemimpin Chechnya di pengasingan, dalam sebuah video yang diterbitkan di media sosial, merujuk pada tentara Kadyrov.

 

"Orang-orang Chechen sejati berdiri bersamamu, berdarah-darah bersamamu, seperti yang mereka lakukan dalam delapan tahun terakhir," katanya sambil memegang pistol dan berdiri di samping tiga pria bersenjata lainnya dengan wajah bertopeng.

Osmayev memimpin Batalyon Dzhokhar Dudayev, dinamai sesuai mendiang pemimpin pemberontak Chechnya. Kelompok ini adalah salah satu dari dua kelompok sukarelawan Chechnya yang dikenal publik berperang melawan separatis yang didukung Rusia dan pasukan Rusia di Ukraina sejak 2014. Kelompok lainnya disebut Batalyon Sheikh Mansur dan dipimpin oleh seorang komandan bernama Muslim Cheberloevsky.

Identitas dan jumlah pasti relawan Chechnya tidak diketahui. Tetapi kebanyakan dari mereka diyakini sebagai orang-orang yang meninggalkan Chechnya baik setelah berakhirnya perang di sana pada 2003 atau setelah Kadyrov berkuasa.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement