Senin 14 Sep 2015 19:00 WIB

Alasan Rhonda Cowell-Bari Pilih Islam

Mualaf (ilustrasi)
Foto: Courtesy Onislam.net
Mualaf (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Peristiwa lain terjadi suatu siang. Tatkala dia belum lama kembali ke apartemen. Sambil melemaskan kaki, Rhonda duduk dan menghidupkan televisi. Kebetulan, ada program BBC tentang Islam baru saja dimulai. Itu yang pertama dari 10 episode. Perempuan itu tertarik dan asyik menonton.

Tak berapa lama, dia pindah ke sebuah rumah dekat masjid di London. Sepeda kayuh menemani Cowell-Bari bepergian ke manapun. Letak masjid itu menjadi rute kesehariannya. Tak jarang seseorang menegurnya, "Apakah Anda pernah melihat ke dalam dan melihat lampu besar?"

Baca Juga

Peristiwa-peristiwa kecil itu menumbuh kan kedekatan Cowell-Bari dengan Islam. Dia merasa semua jejaring peristiwa itu berada di luar kendalinya. Dia mulai sering bertemu orang-orang Islam. Saat itu Ramadhan dan ada diskusi- diskusi di Muslim Society selama Ramadhan. Kadang kala, dia ikut pergi ke sana.

"Saya mulai sering bertemu Muslim, bahkan di tempat-tempat aneh," ucap dia.

Rhonda juga bertemu Kiwi (orang Selandia Baru) lain yang telah menjadi Muslim di Inggris. Mereka mengajaknya pergi ke masjid. Alhamdulillah. Dia mengaku benar-benar beruntung mendapat kesempatan bertemu dengan imam di masjid itu.

Sang Imam Masjid adalah alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir. Cowell-Bari pergi menemuinya seki tar setengah jam setiap Ahad, mulai pukul 13.00-13.30 waktu setempat. Mereka mendiskusikan beragam topik.

Perempuan itu selalu datang membawa setumpuk pertanyaan. Cowell-Bari bertanya, kemudian imam menjawab. Sepekan berikutnya, dia membaca persoalan-persoalan lain dalam Islam.

Lalu kembali dengan setumpuk pertanyaan baru. Begitu Peristiwa- peristiwa kecil yang dilalui Cowell-Bari menumbuhkan kedekatannya dengan Islam. Dia merasa semua jejaring peristiwa itu berada di luar kendalinya.

Suzanne Plunk/Reuters islamicaxis.com terus-menerus.

Dia mengakui betapa pentingnya arti diskusi demi diskusi yang dia lakoni bersama sang imam. Tak terkecuali tiap kutipan ayat Alquran sebagai penguat terhadap jawaban atas pertanyaannya.

"Saya sadar sekarang betapa pentingnya itu. Bagi saya, itu seperti kita memiliki Alquran, tapi kita perlu penjelasan yang tepat," kata Rhonda.

Layaknya pergi ke toko buku, kita bisa mengambil buku apa pun tentang Islam yang ditulis oleh banyak penulis. Tapi, kita butuh otoritas untuk menjelaskan apa yang kita pelajari. Tepat dua tahun setelah hari pertama ia menonton program televisi tentang Islam itu, sampailah Rhonda pada keyakinRoannya. Perempuan asal Selandia Baru itu mengucapkan syahadat di London. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement