Selasa 11 Aug 2015 07:02 WIB

Korban Serangan Bom di Palestina Masih Kritis

Rep: c27/ Red: Agung Sasongko
Warga Palestina membawa keranda yang dipasang foto balita Ali Dawabsheh, yang tewas saat rumah orangtuanya dibakar militan Yahudi di Khan Younis, Gaza.
Foto: AP/Khalil Hamra
Warga Palestina membawa keranda yang dipasang foto balita Ali Dawabsheh, yang tewas saat rumah orangtuanya dibakar militan Yahudi di Khan Younis, Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT -- Pembunuhan terhadap ayah dan balita beberapa waktu lalu masih meninggalkan luka bagi warga Palestina. Mereka masih berkabung dan menunggu pemulihan istri dan anak dari korban yang masih dalam keadaan kritis.

Dilansir dari OnIslam, Selasa (11/8), istri Dawabsheh, Riham, dan anaknya, Ahmad, masih dalam kondisi yang kritis di Rumah Sakit Tel Hashomer. Masih dalam pengawasan serius karena kondisi yang belum stabil pascainsiden tersebut.

Baca Juga

Beberapa pekan lalu, terjadi pelemparan bom molotov ke sebuah rumah penduduk Palestina sehingga menyebabkan kematian Saad Dawabsheh dan bayinya Ali yang masih berusia 18 bulan. Korban luka-luka dari insiden tersebut adalah Ibu dari bayi dan saudaranya yang berusia empat tahun.

Hingga saat ini, keluarga dan teman-teman dari keluarga Dawabsheh masih terus berkabung dan diliputi kesedihan. Mereka sedang menunggu kondisi dari istri dan anaknya yang masih berada di bawah perawatan medis.

Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menyatakan pemerintah Israel bertanggung jawab penuh untuk kematian balita Ali dan kematian ayahnya Dawabsheh. Lebih lanjut PLO menyatakan bahwa mereka berniat untuk mengajukan keluhan kepada Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement