Senin 27 Jul 2015 10:30 WIB

Insiden Chattanooga Rentan Memperparah Islamofobia

TKP penembakan di Chattanooga, Tennessee, AS, Kamis (16/7)
Foto: vox.com
TKP penembakan di Chattanooga, Tennessee, AS, Kamis (16/7)

REPUBLIKA.CO.ID,KAIRO -- Serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Chattanooga, Tennessee disinyalir akan meningkatkan Islamofobia di tengah publik.

“Kami telah melihat peningkatan dalam jumlah insiden yang menargetkan Muslim dan institusi mereka secara nasional,” kata juru bicara Council on American-Islamic Relations (CAIR) Ibrahim Hooper dilansir dari onislam.net, Senin (27/7).

Chattanooga, kata Hooper, bisa meningkatkan rentetan peristiwa berlatar Islamofobia di negara adidaya itu. Terus terang, ia mengaku tidak mendapatkan dukungan dari pejabat publik dalam hal ini di tingkat nasional.

Seruan Hooper ini dilontarkan seiring ancaman pembakaran yang dilayangkan secara online terhadap masjid Johnson City. Selain itu, ada lagi peristiwa vandalisme di masjid di Roanoke setelah penembakan Chattanooga.

Sebelumnya, 16 Juni lalu, seorang pria bersenjata berusia 24 tahun kelahiran Kuwait menembaki lokasi perekrutan militer. Ia kemudian berlari ke lokasi militer kedua dan membunuh empat marinir AS.

Pria bersenjata, yang juga meninggal pada saat serangan, dikenal sebagai Mohammod Youssuf Abdulazeez, seorang naturalisasi warga negara Amerika Serikat. Meski komunitas Muslim menolak serangan itu, keluarga Abdulazeez mendapat simpati, belasungkawa, dan doa.

Serangan Chattanooga meningkatkan resiko keamanan bagi Muslim di AS. Situasi memburuk setelah kelompok keamanan mengangkat senjata untuk menjaga pusat perekrutan militer pasca serangan Chattanooga. Departemen Pertahanan AS meminta warga sipil untuk mundur.

Juru bicara Pentagon mengatakan, Menteri Pertahanan Ash Carter tengah mempertimbangkan rekomendasi untuk meningkatkan instalasi dan fasilitas yang lebih aman bagi militer, termasuk lokasi perekrutan.

Pemimpin komunitas Muslim di Chattanooga, Nashville, telah meluncurkan kampanye penggalangan dana untuk korban serangan. Uang tersebut akan digunakan untuk menutupi biaya pendidikan bagi anak-anak korban serangan. Mereka juga menegaskan bahwa serangan tersebut bertentangan dengan Islam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement