Ahad 14 Jun 2015 19:21 WIB

Jokowi Ajak NU Atasi Persoalan Bangsa

Rep: c20/ Red: Agung Sasongko
  Pembukaan Munas Alim Ulama NU. Presiden Joko Widodo memberikan paparan saat pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Nahdlatul Ulama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (14/6).
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Pembukaan Munas Alim Ulama NU. Presiden Joko Widodo memberikan paparan saat pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Nahdlatul Ulama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (14/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo mengajak Nahdlatul Ulama (NU) mengatasi persoalan bangsa Indonesia. Jokowi menilai NU dapat menjadi tiang penyangga Indonesia.

"Saya harap NU menjadi tiang penyangga Indonesia," kata Jokowi saat memberikan pidato di hadapan ribuan jamaah NU, di Masjid Istiqlal, Ahad (14/6).

Jokowi yang mendapatkan kehormatan membuka Munas Alim Ulama NU berharap agar NU ikut mengambil bagian menghadapi tantangan yang tengah dihadapi negara. "Tantangan kita banyak, illegal fishing, narkoba," ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menilai mayoritas Muslim Indonesia dapat menjadi kekuatan bangsa. Menurut Jokowi, Muslim di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia.

"Umat islam Indonesia bahkan hidup dalam keberagaman dan toleransi. Saya selalu sampaikan itu di setiap pertemuan international, banyak negara bertanya bagaimana 220 juta masyarakat Indonesia bisa saling menghormati," imbuh Jokowi.

Sementara itu, Ketua Umum NU, Said Aqil Siradj juga mengatakam bila warga NU berkewajiban menjaga Islam nusantara. Said Aqil menambahkan, kehadiran Islam di Indonesia diharapkan dapat mempersatukan bangsa Indonesia.

"Karena jumlahnya 84,6 juta," kata Said Aqil.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement