Kamis 11 Jun 2015 08:31 WIB

Lembaga Pendidikan Islam Kelas Dunia Kekuatan Bangsa Indonesia

Rep: c38/ Red: Agung Sasongko
Pendidikan Islam
Foto: Antara
Pendidikan Islam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua PP Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bidang Sarana, Hukum, dan Wakaf, Natsir Zubaidi, mendukung dan menyambut baik pidato Wapres Jusuf Kalla yang menyatakan pemerintah akan membangun lembaga pendidikan Islam kelas dunia.

"Gagasan ini sangat berkorelasi dengan sejarah panjang umat Islam, serta pendirian negara dan bangsa Indonesia," ujar Zubaidi kepada ROL, belum lama ini.

Ia menjelaskan, ormas Islam seperti Muhammadiyah, PUI, NU, dan Al Washliyah usianya lebih tua daripada negara RI yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Pemikiran tokoh-tokoh umat Islam seperti Mohammad Natsir juga telah mendapat penghargaan Malik Faisal Foundation serta diakui sebagai tokoh dunia Islam selevel Hasan Al Banna dan Abul A'la Al Maududi.

Sumbangan pemikiran Natsir dalam diskursus Islam dan negara, tutur Zubaidi, menjadi polemik yang elegan antara Soekarno dan Natsir. Perdebatan kedua tokoh bangsa ini telah memberikan warna bagi kehidupan bangsa dan negara Indonesia sampai saat ini.

Zubaidi melanjutkan, gagasan Natsir tentang perlunya korelasi antara masjid, pesantren, dan perguruan tinggi perlu menjadi studi dunia Islam karena ketiganya merupakan kekuatan civil society yang mengawal NKRI secara riil.

"Jumlah masjid di Indonesia ada 700 ribu. Sementara, pesantren dan perguruan Islam milik NU dan Muhammadiyah memiliki ratusan ribu jamaah, santri, siswa, dan mahasiswa. Ini adalah kekuatan bangsa Indonesia," kata Zubaidi.

Oleh karena itu, Zubaidi menilai sudah saatnya umat Islam Indonesia memberikan kontribusi pemikiran untuk dunia. Ia berharap agar gagasan lembaga pendidikan Islam internasional tersebut bisa dapat terwujud. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement