Selasa 09 Jun 2015 06:01 WIB

Ketika JK Berkunjung ke Tempat Belajar Mengajinya

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Indah Wulandari
Masjid Raya Watampone
Foto: wikipedia
Masjid Raya Watampone

REPUBLIKA.CO.ID,WAJO -- Wakil Presiden Jusuf Kalla yang didampingi sang istri, Mufidah, melakukan serangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Wajo dan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan selama dua hari, 6-7 Juni.

Kunker Wapres ini diawali dengan mengunjungi Danau Tempe di Kabupaten Wajo. Di daerah itu, Kalla melakukan berbagai peninjauan sejumlah proyek seperti revitalisasi Danau Tempe. Usai melakukan peninjauan, JK beserta rombongan langsung bertolak menuju Kabupaten Bone yang merupakan daerah asal Kalla.

Wapres pun pulang kampung untuk pertama kalinya setelah ia terpilih kembali menjadi Wakil Presiden mendampingi Presiden Jokowi. Tiba di Bone pada siang hari, JK saat itu langsung menuju ke sebuah masjid tua tempat Jusuf Kalla kecil menimba ilmu dan belajar mengaji.

"Mengaji saya pertama kali disini, tentu kita hafal," kata Kalla mengenang masa kecilnya di hadapan para warga sekitar, Sabtu (6/6).

Masjid Raya Watampone terlihat masih kokoh berdiri meskipun usianya sudah sangat tua. Masjid yang juga merupakan peninggalan zaman kerajaan Bone dan dibangun oleh Raja Bone ke-32, La Mappanyukki Sultan Ibrahim Matinro E ri Gowa, ini pun rencananya akan dipugar guna menambah jumlah daya tampung jamaah masjid hingga 2.085 jamaah.

Di hadapan masyarakat dan para pejabat setempat, Wapres meminta agar masjid yang memiliki sejarah panjang tersebut dirawat dan difungsikan sebagai tempat yang dapat mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, seperti untuk pendidikan, musyawarah, dan berbagai kegiatan lainnya.

"Karena itu masjid sejak zaman Rasulullah, bukan hanya sebagai ibadah, tapi pendidikan, perundingan dan sebagainya," kata Wapres.

Layaknya ingin merasakan kembali kenangan masa kecilnya, Wapres JK pun kemudian menyempatkan diri menengok sekolah dasar tempat ia menempuh pendidikan di Bone, SD Negeri 2 Manurunge. Tiba di SD, Kalla disambut sorak-sorai para siswa siswi yang mengenakan seragam sekolah lengkap serta membawa bendera merah putih plastik.

Dengan langkah tegas, ia langsung menghampiri sebuah ruang kelas dan menyempatkan diri berbincang dengan guru di sekolah tersebut. Tak berlangsung lama, Kalla pun kembali melanjutkan perjalanannya.

Kali ini, ia berhenti di sebuah sekolah Islam yang juga dikelola oleh keluarga Jusuf Kalla, yakni Yayasan Athirah. Namun, di sekolah dengan bangunan yang tampak modern ini, Kalla hanya melakukan peninjauan singkat.

Usai menengok masjid dan sekolah, Kalla kemudian menengok rumah milik ayahnya di kampung Nipa, Kecamatan Mallari, Watampone, Bone. Rasa bahagia Wapres JK mengenang kampung halamannya pun tampak dari senyumannya. Terlebih saat ia tiba di rumah panggung milik ayahnya.

Berdiri di teras depan rumah panggung kayu dan dihadapan para warga sekitar, JK pun sempat bercerita kenangan masa kecilnya. "Tidak lama di sini. Ini kampung bapak saya," kata Kalla didampingi istrinya Mufidah Kalla saat itu.

Rumah panggung itu tampak seperti rumah panggung suku Bugis lainnya. Di bagian teras rumah yang dicat dengan warna coklat dan putih itu terlihat seperti ruang tamu yang dilengkapi dengan sofa dan meja.

Menurut Kalla, kampung ayahnya tersebut dahulunya masih sangat sepi, jauh berbeda dengan kondisi saat ini. Di rumah sederhana tersebut, Kalla tampak tak masuk ke dalam rumah. Ia hanya melihat kondisi rumah milik ayahnya di bagian luar, seperti di teras dan di bawah rumah.

Dalam kunjungannya di Bone ini, Wapres JK dan ibu Mufidah tak bermalam di rumah milik ayahnya tersebut. JK beserta istri menginap di kediamannya di Kelurahan Bukaka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement