Selasa 26 May 2015 07:41 WIB

Muslim Inggris Tawarkan Perawatan Diabetes Selama Ramadhan

Rep: C38/ Red: Erik Purnama Putra
Para perempuan Muslim di Skotlandia.
Foto: Nationalgalleries.org
Para perempuan Muslim di Skotlandia.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Menyambut datangnya bulan Ramadhan pada pertengahan Juni, lembaga kemanusiaan Skotlandia telah menawarkan perawatan medis bagi umat Islam yang menderita diabetes selama bulan suci.

"Tahun ini Ramadhan jatuh pada musim panas, yang berarti puasa bisa 17 jam atau lebih," Saqib Abbasi, salah satu panitia, kepada the Herald Scotland pada Senin, (25/5), dilansir On Islam.

Bagi umat Islam yang menderita diabetes, kondisi itu dapat meningkatkan risiko hipoglikemia (gula darah rendah) dan dehidrasi, serta peningkatan kadar glukosa tinggi pada saat sahur dan buka puasa.

Abbasi mendesak Muslim Inggris dengan diabetes untuk mencari dukungan kesehatan selama Ramadhan yang ditawarkan oleh badan amal Inggris.

"Jika Anda memilih puasa dan memiliki diabetes, maka Anda harus berkonsultasi dengan imam dan dokter terlebih dahulu sebelum membuat keputusan akhir," katanya.

Kampanye ini juga dilakukan dengan mendistribusikan lembar fakta tentang penyakit dalam berbagai bahasa di masjid-masjid dan pusat Islam. Selain itu, anggota kampanye akan memberikan presentasi terkait penanganan diabetes selama Ramadhan.

Untuk jangkauan yang lebih luas, kampanye ini turut mendesak orang untuk berbagi pesan amal di media sosial. Para ulama menyatakan, jika penderita diabetes membutuhkan injeksi insulin, dia termasuk kategori orang-orang yang dibebaskan dari puasa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement