Jumat 24 Apr 2015 09:47 WIB

Al-Afghani: Pembangkit Kesadaran Politik Umat (1)

Rep: c24/ Red: Damanhuri Zuhri
Jamaluddin Al-Afghani
Foto: Wordpress.com
Jamaluddin Al-Afghani

REPUBLIKA.CO.ID, -- Dalam tradisi al-Isrâqîyah yang dipelihara dan dikembangkan Mulla Sadra, pada abad ke-19 M (ke-13 H) tumbuh seorang pemikir dan pejuang Muslim modernis pertama dalam sejarah, yaitu al-Afghani (Jamaluddin al-Afghani, 1255-1315 H/1835-1897 M).

Jamaluddin lahir di kota Asadabad di Afghanistan (maka disebutlah al-Afghani), tapi penelitian para sarjana menunjukkan ia sebenarnya lahir di kota yang bernama sama (Asadabad) di Iran, bukan di Afghanistan.

Ini menyebabkan banyak orang, khususnya dari Iran, lebih suka menyebut pemikir-pejuang Muslim modernis itu al-Asadabadi, bukan al-Afghani, walaupun dunia terlanjur mengenalnya, sebagaimana dikehendaki oleh yang bersangkutan sendiri, dengan sebutan al-Afghani.

Namun, lepas dari kontroversi itu, Jamaluddin bersama dengan keluarganya memang pindah meninggalkan kota kelahirannya, dan menetap di Teheran untuk menuntut ilmu pada seorang alim Syiah yang terkenal di sana, Aqashid Shadiq.

Kemudian ia melanjutkan belajar ke al-Najaf di Irak, pusat perguruan Syiah, dan selama beberapa tahun menjadi murid seorang sarjana Syiah yang terkenal, Murtada al-Anshari.

Letak kebesaran al-Afghani bukanlah dia sebagai pemikir, meskipun dalam pemikiran itu ia tetap sangat penting karena ia menunjukkan pandangan masa depan yang jauh dan daya baca zaman yang tajam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement