Jumat 20 Mar 2015 18:35 WIB

Siap Kucurkan 500 Ribu Dolar, IDB Jajaki Kerja Sama dengan Baznas

Direktur Pelaksana Baznas Teten Kustiawan.
Foto: Republika/Maman Sudiaman
Direktur Pelaksana Baznas Teten Kustiawan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sistem pengelolaan zakat di Tanah Air yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) rupanya menjadi perhatian Islamic Development Bank (IDB). Sebagai tindaklanjutnya lembaga dunia tersebut akan menjalin kerja sama ditandai dengan pemberian bantuan senilai 500 ribu dolar AS.

Bagi Baznas, kata Direktur Pelaksananya, Teten Kustiawan, kerja sama tersebut merupakan kepercayaan dunia terhadap Indonesia dalam hal pengelolaan zakat. Kerja sama itu juga, katanya merupakan upaya Baznas dalam menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga besar baik dalam maupun luar negeri.

Untuk kerja sama di dalam negeri, Teten mencontohkan, pihaknya telah menggandeng Bank Indonesia dan Bappenas. " Termasuk dengan IDB tertarik dan insya Allah akan memberikan grand 500 ribu dolar, mudah mudahan April ini sudah turun," ujar Teten kepada Republika Online baru-baru ini.

Teten menjelaskan mengapa IDB sangat tertarik menjalin kerja sama dengan Baznas. Pertama, katanya,Baznas memiliki program ZCD (zakat community developmen) yang  berbasis desa. Menurut tim dari IDB, program ZCD yang dijalankan Baznas paling efektif untuk menggantikan Proggram Nasional Pembardayaan Mandiri (PNPM). Kedua, untuk melengkapi dan melancarkan operasionalisasi program itu Baznas sudah membangun sistemnya.

"Begitu undang undang sudah jadi, yang pertama saya selesaikan adalah blue print pengembangan aplikasi untuk nasional,"ujarnya seraya mengatakan secara teknologi IT-nya, aplikasi juga dikembangkan untuk sistem IOS dan android.

Dia menambahkan, Baznas menggelar teleconverence dengan IDB di Jeddah untuk membahas hal teknis pekerjaaan. Semisal beberapa titik projek dan lain sebagainya. "Mudah-mudahan bisa berjalan lancar."

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement