Ahad 08 Mar 2015 21:49 WIB

Pengajian Jadi Sumber Rezeki

Rep: c10/ Red: Damanhuri Zuhri
Pengajian, ilustrasi
Foto: Republika
Pengajian, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Acara pengajian yang digelar di beberapa Masjid menjadi sumber rezeki bagi para pedagang keliling. Para pedagang keliling beroperasi secara berkelompok. Sehingga mereka disebut pasar berjalan karena mengikuti acara-acara pengajian yang digelar di tiap-tiap lokasi.

Bagi mereka acara pngajian tidak hanya jadi ibadah, juga jadi sumber rezeki. "Pengajian adalah ibadah, kami juga berjualan kerudung dan kaus kaki untuk menutupi aurat bisa jadi ibadah," kata Ikhsan (27) sambil tersenyum lebar di bawah terik matahari di antara barang dagangannya.

Saat memasuki halaman Mesjid Agung Tasikmalaya di Jalan HZ Zaenal Mustopa, kita akan disambut dengan berbagai jenis barang dagangan seperti kerudung, peci, baju gamis, celana dalam, kaus kaki, peralatan masak dan rumah tangga . Harganya yang relatif murah membuat daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Pengajian di Masjid Agung biasanya digelar setiap Rabu. Selain itu ada pengajian yang digelar sebulan sekali, yakni setiap Ahad pertama awal bulan. Jadwal pengajian tersebut juga menjadi jadwal dagang para pedagang keliling. 

Aten (35), warga Argasari, Tasikmalaya mengaku telah menjadi pedagang keliling selama kurang lebih 14 tahun. Setiap hari ia berjualan di setiap acara-acara pengajian. Menurutnya, setiap hari acara pengajian selalu ada.

Aten menjelaskan, pengajian biasanya digelar di daerah Sukaraja, Cimaragas, Dadaha dan Masjid Agung. Bahkan jika sedang tidak ada acara pengajian di wilayah Tasikmalaya, jika pergi ke Ciamis atau Banjar pasti ada banyak pengajian.

Aten bersama istrinya dan mertuanya berjualan beberapa jenis dagangan. Diantaranya, tas belanja untuk perempuan dijual dengan harga Rp 15 sampai Rp 50 ribu yang paling mahal. Celana dalam/kolor dijual dengan harga Rp 10 ribu (tiga buah).

Bagi ia dan keluarganya, acara pengajian merupakan berkah yang mendatangkan banyak rezeki. Dalam sehari, Aten sendiri dari hasil menjual celana dalam/kolor bisa mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu per hari. "Kalo lagi bagus, pendapatan  bisa mencapai Rp 200 ribu lebih," ujar Aten.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement