Senin 09 Feb 2015 19:20 WIB

Menyemai Penghafal Alquran dengan Metode Jagung (1)

Rep: c13/ Red: Damanhuri Zuhri
ustaz yusuf mansur
Foto: damanhurizuhri/republika
ustaz yusuf mansur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Metode jagung, merupakan sebutan yang pernah dinyatakan Pendiri Pesantren Tahfidz Daarul Quran, Ustaz Yusuf Mansur.

Ustaz Yusuf Mansur mengatakan, dengan cara metode jagung, umat Islam bisa lebih mudah dan tertarik bisa mengaji dan menghafal Alquran.

Kata 'jagung' sendiri merupakan referensi yang biasa dilakukan beberapa orang untuk menangkap burung. Agar mudah untuk menangkap burung, beberapa orang biasanya memakai jagung untuk dijadikan umpan.

Metode jagung seperti itulah yang dirasa bisa diterapkan dalam mengajak umat untuk mengaji dan menghafal Alquran.

Menurut Ustaz Yusuf Mansur dalam tulisannya 'Metode Jagung', dia mengungkapkan, mengajak mengaji umat dengan menggunakan makanan bisa dijadikan strategi. Cara ini dilakukan agar mereka lebih semangat dalam menghafal Alquran.

Kepala Marketing Pesantren Tahfidz Daarul Quran Darmawan Eko Setiadi mengatakan, metode jagung cukup efektif untuk mengajak umat menghafal Alquran. “Strategi itu cukup berhasil diterapkan di rumah-rumah tahfidz di seluruh Indonesia,” kata Darmawan, akhir pekan lalu.

Darmawan menceritakan keberhasilan metode jagung yang dipakai salah satu tempat pengajian di Majalengka. Menurutnya, para pengurus di tempat tersebut malah menggunakan mainan sebagai umpan atau daya tarik anak-anak untuk menghafal Alquran.

Pertama, anak-anak tersebut secara gratis mendapatkan mainan dengan hanya datang dan berkumpul di tempat tersebut. Kemudian, pengajar itu pun menggunakan strategi ‘boleh mendapat mainan asal shalat’.

“Terus persyaratannya menjadi ‘boleh mendapat mainan asal mengaji’,” ujarnya seraya menambahkan, akhirnya, tempat kecil untuk mengaji itu pun menjadi pesantren yang besar di daerah Majalengka, Jawa Barat.

Menurut Darmawan, rumah tahfidz di seluruh Indonesia memiliki hubungan tersendiri dengan Pesantren Daarul Quran. Rumah tahfidz yang saat ini berjumlah 4000 di seluruh Indonesia tersebut menjadi bagian penting dari pesantren yang berada di Cipondoh, Kota Tangerang ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement