Kamis 18 Dec 2014 09:30 WIB

Din Syamsuddin Ingin Ajak Kelompok Ekstremis Tanding Ideologi

Rep: c 14/ Red: Indah Wulandari
Din Syamsuddin
Foto: ROL/Fian Firatmaja
Din Syamsuddin

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA—Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menawarkan kelompok-kelompok aliran ekstremis yang mengatasnamakan agama agar hadir untuk berdialog dengan para pemuka agama-agama, dan membedah ideologinya.

“Istilahnya, tanding ideologi. Mereka (kalangan ektremis) yang memang bersedia bicara, kita undang dalam sebuah forum. Sehingga dengan argumentasi logis, ideologi ekstremisme bisa runtuh,” ujar Din, Rabu (17/12).

Din lantas menekankan, kekerasan keagamaan ekstrem bukan lagi ancaman bagi agama tertentu, melainkan bagi seluruh peradaban dunia kini. Sehingga, menghadapinya dengan konfrontasi hanya akan membuang banyak energi.

“Ancaman ini kian permanen bila tidak ada langkah komprehensif dari semua pihak, termasuk negara dan pemilik modal,” kata Din Syamsuddin.

Din menuturkan, setidaknya ada tiga hal yang menjadikan dialog perdamaian kian sulit. Pertama, sistem global yang tidak adil. Sistem demikian membuat kelompok miskin kian miskin dan kalangan elite kian mapan. Kedua, adanya kebijakan standar ganda dari negara adidaya.

Hal ini menjadikan lembaga politik internasional kerap kehilangan fungsinya sebagai penjaga perdamaian, alih-alih penjaga kepentingan adidaya. Ketiga, sering kali muncul rekayasa tertentu untuk mendiskreditkan pihak lain, alih-alih membuka ruang dialog.

“Karenanya, lebih bijak bila ini dipandang sebagai tugas bersama. Perdamaian yang mutlak memang mustahil, tapi usaha ke arah itu jangan berhenti,” kata Din.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement