Ahad 28 Sep 2014 20:54 WIB

Tiga Nasib Orang Beramal

Rep: c70/ Red: Agung Sasongko
GENCAR SEDEKAH. Umat Muslim Kanada kini tak malu lagi untuk beramal. Mereka kini gencar bersedekah guna memperbaiki citra negatif umat Islam di mata dunia, khususnya di mata masyarakat Kanada.
Foto: onislam.net
GENCAR SEDEKAH. Umat Muslim Kanada kini tak malu lagi untuk beramal. Mereka kini gencar bersedekah guna memperbaiki citra negatif umat Islam di mata dunia, khususnya di mata masyarakat Kanada.

REPUBLIKA.CO.ID, Abu Hurairah pernah mengisahkan tentang tiga nasib orang yang beramal, tetapi tidak beruntung. Mereka akhirnya masuk neraka.

Padahal, selama hidup di dunia mereka yakin dengan amalnya yang bakal mengantarkan mereka ke surga. Kisah ini dinukilkan oleh banyak pakar hadis, antara lain, Imam Muslim, an-Nasa'i, Ahmad, dan Baihaqy. Kisah yang sama dalam teks hadis yang berbeda juga diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan al-Hakim.

Namun, pengadilan Allah jauh berbeda dengan pengadilan manusia. Allah Maha Tahu segala hal meski ukurannya seberat dzarrah. Allah pun memiliki sifat Mahaadil yang memutuskan setiap perkara tanpa zalim.

Tiga orang yang merasa menjadi calon penghuni surga ini pun tergelak. Mereka yang terdiri dari orang- orang saleh itu justru berakhir di neraka. Mereka diseret dengan kasar ke dalam api yang membara.

Apa gerangan yang terjadi? Rupanya mereka hanyalah saleh di pandangan manusia, tapi tak menauhidkan Allah dalam niat amal mereka.

Orang pertama dipanggil menghadap Allah. Ia merupakan seorang pria yang mati syahid. Si pria mengakui banyaknya nikmat yang diberikan Allah padanya. Allah pun bertanya, "Apa yang telah kau perbuat dengan berbagai nikmat itu?"

Mujahid itu menjawab, "Saya telah berperang karena-Mu sehingga saya mati syahid," ujarnya.

Allah pun menyangkalnya, "Kau telah berdusta. Kau berperang agar namamu disebut manusia sebagai orang yang pemberani. Dan ternyata kamu telah disebut-sebut demikian," firman-Nya. Mujahid riya itu pun diseret wajahnya dan dilempar ke jahanam.

Orang kedua pun dipanggil. Ia merupakan seorang alim ulama yang mengajarkan Alquran kepada manusia.Seperti orang pertama, Allah bertanya hal sama, "Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?"Sang ulama menjawab, "Saya telah membaca, mempelajari, dan mengajarkannya Alquran karena Engkau," ujarnya.

Namun Allah berfirman, "Kamu berdusta. Kau mempelajari ilmu agar disebut sebagai seorang alim dan kau membaca Alquran agar kamu disebut sebagai seorang qari," Allah mengadili. Kelengkapan kisah ketiga orang itu akan diulas pada rubrik "Kisah" edisi yang akan datang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement