Kamis 14 Aug 2014 05:11 WIB

Alana Blockley Liburan Membawa Hidayah (2)

Alana Blockley
Foto: Dok. Pribadi
Alana Blockley

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Fuji Pratiwi

Ia perlahan mendakwahkan Islam kepada keluarga besarnya.

Alana mengikuti kelas pendalaman agama Islam sepekan sekali. Banyak wanita yang juga ikut di sana. Mereka sangat hangat menyambut Alana.

Mereka memberikan Alana buku-buku Islam untuk dibaca dan mengajak Alana untuk kembali setiap pekan ke sana.

Saat mempelajari Islam, hal pertama yang Alana dalami adalah bagaimana Islam memperlakukan wanita, apa itu hijab, mengapa wanita perlu berhijab, peran wanita dalam keluarga dan rumah tangga. Ia ingin menjadi Muslimah yang benar dan menyeluruh.

Diakui Alana, Islam berbeda dengan agama yang anutnya dulu. Dalam Islam, semua aspek hidup ada penataan sehingga lebih terarah. Shalat lima waktu sehari membuatnya sadar akan kehadiran Tuhan dalam hidup setiap saat.

Hal utama yang membuatnya menjadi Muslim adalah saat ia menemukan kebenaran, tidak perlu menutup mata dan bersembunyi. Ia merasa tak perlu juga menutupi identitas sebagai Muslimah, terlebih setelah ia menggunakan hijab. Baginya, hijab justru melindungi.

Satu setengah tahun kemudian, Alana baru berani mengungkapkan keislamannya kepada orang-orang di sekitarnya. Hingga akhirnya, mendekati Ramadhan, ia memutuskan memberi tahu kedua orang tuanya ia menjadi Muslim. Ia tahu, cepat atau lambat orang tuanya akan bertanya-tanya perubahan pada putri mereka.

Orang tua Alana kaget dan sempat bertanya apa Alana menjadi Muslimah lantaran hamil di luar nikah atau tertabrak mobil. Alana menjelaskan perkara-perkara itu bukanlah pemicu keislamannya, tapi karena Islamlah, pintu hatinya sadar akan eksistensi Tuhan.

Tinggal di satu negara Eropa tak bisa membuatnya luput dari orang-orang yang anti dan takut terhadap Islam (Islamofobia). Untuk melawan Islamofobia, Alana mengungkapkan, Muslim harus menunjukkan Islam melalui perilaku mereka.

Saat hal buruk terjadi, kata Alana menerangkan, tidak perlu bereaksi negatif dan berlebihan. Sebab, banyak non-Muslim yang memerhatikan umat Islam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement