REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat segera memiliki Balai Alquran sebagai sarana pembinaan Alquran bagi generasi muda di daerah itu dan akan dirintis langsung oleh syekh ternama yakni Syekh Ali Muhammad Ali Jaber Al Madani.
"Kami sangat mendukung positif terhadap rencana Syekh Ali Muhammad Ali Jaber Al Madani untuk membuka Balai Al Quran di Kota Mataram," kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh di Mataram, Jumat (8/8).
Usai kegiatan halalbihalal tingkat Kota Mataram, wali kota mengatakan, walaupun pusat pelatihan Al Quran di Kota Mataram sudah ada di beberapa tempat seperti di pondok-pondok pesantren, namun keberadaan Balai Al Quran ini tetap penting karena semakin banyak akan lebih bagus.
Keberadaan Balai Alquran itu nanti diharapkan mampu meningkatkan kembali semangat orang tua dalam mendidik dan memberikan pelajaran membaca Alquran sejak dini kepada anak-anaknya. Sekaligus sebagai sarana melatih dan mendidik anak-anak dalam mengafal Alquran, sehingga di Kota Mataram bisa mencetak hafiz/hafizah atau para penghafal Alquran.
Hal itu merupakan niat yang mulia dan luar bisa jika Kota Mataram mampu menjadi lumbung para hafiz/hafizah a Alquran seperti halnya Fuad yang berhasil menjadi hafiz Indonesia 2014 di usia tujuh tahun. "Ini kan luar biasa, dan semoga biasa menjadi motvasi pagi para anak-anak dan generasi muda di Kota Mataram," katanya.
Wali kota mengakui, hingga saat ini pihaknya belum menyediakan lahan untuk pembetukan Balai Alquran tersebut. Namun tahun ini Pemerintah Kota Mataram akan mengusahakan agar Balai Alquran itu bisa dilaksankaan mulai tahun 2014.
Karena untuk pembentukan Balai Alquran sendiri tidak harus membangun di atas lahan kosong dan gedung baru.
Sebaliknya untuk tahap awal Balai Alquran bisa dilaksanakan pada areal tententu yang sudah ada. "Biasa saja kita menggunakan gedung yang sudah ada, meminjam lahan warga, bahkan syukur-syukur jika ada masyarakat yang mau menghibahkan lahannya untuk sarana Balai Alquran," katanya.




