Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Pemerintah: Delay Pesawat Haji Harus Diminimalisir

Kamis 07 Aug 2014 22:58 WIB

Rep: c78/ Red: Agung Sasongko

Pesawat haji, Garuda Indonesia

Pesawat haji, Garuda Indonesia

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, maskapai harus memberi jaminan dalam penyediaan pesawat baru atau berusia muda. Delay pesawat pun harus diminimalisir. "Mudah-mudahan tahun ini keterlambatan keberangkatan tidak parah," katanya.

Inspektur Jenderal Kemenag M. Jasin menambahkan, kemenag telah melakukan efisiensi yang cukup signifikan dalam sewa pemondokan haji hingga miliaran rupiah. Efisiensi akan semakin optimal tanpa mengabaikan kualitas pelayanan jika pada penyelenggaraan haji ke depan, pemerintah dapat menggunakan pesawat berbadan besar.

“Dengan begitu, isi penumpang atau jamaah akan lebuh banyak sehingga akan menghemat biaya dan masa tinggal di Saudi semakin pendek,” terangnya pada Selasa (5/8).

Garuda Indonesia sebagai salah satu perusahaan penerbangan yang memberangkatkan jamaah haji 2014 mengoperasikan sebelas pesawat dan satu pesawat back up  yang akan digunakan ketika ada pesawat yang mengalami gangguan. Sebelas pesawat terdiri dari enam pesawat A33-300 dengan kapasitas 375 seat, empat pesawat B-747 dengan kapasitas 455 seat dan satu pesawat B-777 dengan kapasitas 440 seat.

Pesawat-pesawat tersebut rata-rata berusia muda dan beberapa di antaranya diproduksi pada 2012. "Proses tender pesawat dilaksanakan secara terbuka dan transparan," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar.

Demi keselamatan dan keamanan penerbangan haji 2014, Garuda Indonesia mengimbau agar calhaj tidak membawa barang bawaan yang berbahaya ke dalam pesawat misalnya kompor minyak, gas LPG, korek api, pisau, parang, hair spray, parfum dalam tabung semprot dan lain-lain.

Barang-barang elektronik pun harus dilepas dari baterainya. Garuda Indonesia juga mengimbau para jemaah agar tidak menerima titipan barang dalam bentuk apapun dari orang asing untuk di bawa ke dalam pesawat. Hal tersebut guna mengantisipasi adanya pihak yang tidak bertanggung jawab bahkan mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan.

Khusus untuk barang bawaan, para jamaah juga diharapkan mematuhi ketentuan yang disepakati dengan Kemenag. Ketentuan tersebut misalnya tidak boleh membawa barang bawaan melebihi 32 Kg, baik pada saat menuju Jeddah atau Madinah maupun kepulangan ke tanah air.

Barang bawaan tersebut terdiri dari kopor, satu tas tentengan di kabin dan tas paspor. Pelayanan lainnya, garuda akan memberikan lima liter air zam-zam kepada setiap jamaah di bandara debarkasi Indonesia secara cuma-cuma.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA