Senin 04 Aug 2014 22:21 WIB

Ribuan Peziarah Padati Makam Batu Layar

Makam Batu Layar di Pulau Lombok, NTB.
Foto: Lombok.panduanwisata.com
Makam Batu Layar di Pulau Lombok, NTB.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM – Makam Batu Layar merupakan salah satu makam yang dikeramatkan warga di Pulau Lombok, NTB. Pada hari lebaran topat atau lebaran ketupat, Senin (4/8), makam tersebut dipenuhi ribuan peziarah.

Makam tersebut terletak di perbukitan kawasan objek wisata internasional Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, berjarak sekitar 12 kilometer utara Kota Mataram.

Lebaran topat dirayakan masyarakat Lombok baik tua maupun muda dengan pergi bersantai ke berbagai objek wisata terutama di kawasan wisata Pantai Senggigi, sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri.

H Muhamad salah seorang tokoh masyarakat Lombok mengatakan, setiap lebaran topat  makam Batu Layar selalu ramai dikunjungi para peziarah baik dari Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah maupun Kota Mataram.

“Mereka datang dengan berbagai tujuan seperti membayar nazar (janji), minta agar cepat mendapat jodoh, "ngurisan" atau potong rambut bayi,” ujarnya.

Konon, kata Muhamad, yang dimakamkan di makam Batu Layar adalah seorang wali penyebar agama Islam dari Baghdad, Irak bernama Syekh Ibrahim al-Baghdadi. Namun, yang dimakamkan di sana bukan Syekh Ibrhim, tetapi hanya kopiah dan selembar surbannya, karena jasad Syeh Ibrahim menghilang saat duduk di Batu Layar.

Kepala Dinas Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) M Nasir mengatakan, pihaknya mengundang para wisatawan baik asing maupun nusantara untuk menyaksikan perayaan lebaran topat.

Wisatawan yang diundang dalam perayaan lebaran topat adalah mereka yang sedang berlibur di Lombok dan akan diberikan kesempatan untuk makan ketupat bersama warga.

Lebaran topat merupakan tradisi sejak ratusan tahun silam dan dirayakan oleh masyarakat setempat. Sekarang, lebaran topat sudah masuk kalender pariwisata NTB yang dirayakan setiap tahun dan biasanya dihadiri para pejabat termasuk Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement