Kamis 19 Jun 2014 19:24 WIB

Di Medan dan Papua Bakal Hujan Saat Puasa

Rep: C91/ Red: A.Syalaby Ichsan
Bulan Ramadhan menjanjikan sejuta pahala dan pengampunan dosa.
Foto: Antara/Widodo S Jusuf
Bulan Ramadhan menjanjikan sejuta pahala dan pengampunan dosa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musim kemarau di Indonesia akan jatuh pada bulan Juli, bertepatan dengan bulan Ramadhan. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), di beberapa daerah justru berpotensi hujan, Kamis (19/6).

"Awal musim di Indonesia itu tak merata. Kemungkinan ada daerah yang musim kemaraunya bukan Juli," ujar Hary Tirto Djatmiko, Kepala Sub Bidang Informasi Metereologi, saat ditemui di kantor BMKG. Ia mengatakan, di Medan dan Irian Jaya, malah akan sering hujan saat puasa.

Musim penghujan pun akan terjadi di Ambon pada Juli nanti, sehingga masyarakat harus mengantisipasinya. Hal itu disebabkan, kelembapan angin dan suhu permukaan air laut di sana cukup tinggi.

Berbeda dengan Ambon, Medan, dan Irian Jaya, di Makassar serta kawasan Sulawesinya, justru mengalami kemarau, seperti di wilayah Jabodetabek. Begitu pun dengan berbagai kota besar lain, seperti Bandung, Surabaya, Solo, Yogyakarta, dan lainnya.

"Pada bulan Ramadhan, suhu udara tidak cukup signifikan," tutur Hary. Ia menjelaskan, meski diprediksi suhu udara nantinya sekitar 32-34 derajat Celcius, namun diiringi dengan kelembapan udara berbeda.

Bila suhu dan kelembapan udaranya tinggi, maka masyarakat akan merasa gerah, dan hujan pun turun. Sebaliknya, jika suhu tinggi, tetapi kelembapan udaranya rendah, maka cuaca akan panas terik.

"Masyarakat di masing-masih daerah perlu mengantisipasi perubahan cuaca saat Ramadhan," himbau Hary. Khusus di Jabodetabek, diperkirakan hujan akan sering turun di bulan puasa, ketika sore atau menjelang malam.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi