Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Menyusuri Sungai Menebar Hidayah

Selasa 10 Jun 2014 15:31 WIB

Red: Chairul Akhmad

Pengasuh Pondok Pesantren Assalam Ustaz Arief Heri Setyawan turun dari speedboat dalam kegiatan safari dakwah di Kampung Datah Bilang, Long Hubung, Mahakam Ulu.

Pengasuh Pondok Pesantren Assalam Ustaz Arief Heri Setyawan turun dari speedboat dalam kegiatan safari dakwah di Kampung Datah Bilang, Long Hubung, Mahakam Ulu.

Foto: Republika/Chairul Akhmad

REPUBLIKA.CO.ID, KUTAI BARAT – Sekitar 100 menit menyusuri aliran Sungai Mahakam dari Dermaga Tering, akhirnya speedboat yang ditumpangi rombongan safari dakwah dari Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, bersandar di dermaga Kampung Datah Bilang.

Secara administratif, Datah Bilang masuk dalam wilayah Kecamatan Long Hubung, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahalu). Kampung ini dihuni oleh 140 kepala keluarga (KK), yang mana 45 orang diantaranya mualaf.

Sebagian besar warga Datah Bilang berprofesi sebagai petani, pedagang dan nelayan. Selain warga Suku Dayak Kenyah, kampung ini juga dihuni oleh pendatang Suku Jawa, Banjar, dan Bugis.

Datah Bilang termasuk adalah salah satu titik yang dikunjungi Pengasuh Pondok Pesantren Asslam Ustaz Arief Heri Setyawan dalam safari dakwahnya.

Kegiatan dakwah di kampung ini dipusatkan di Masjid Arrahman. Hampir seluruh warga kampung dari beragam usia hadir dalam acara yang digelar usai Zhuhur tersebut. Tak ketinggalan para mualafnya.

Dalam tausiahnya, Arief menekankan pentingnya menjaga nikmat iman dan Islam, menjaga ibadah terutama shalat lima waktu, dan perlunya mendidik generasi yang saleh dan salehah. Usai ceramah, Arief memberikan kesempatan kepada jamaah untuk bertanya tentang agama Islam.

Baginya, dakwah itu harus ada timbal balik. Tidak melulu berisi ceramah satu arah yang terkesan menggurui, namun juga ada diskusi di dalamnya. Menurutnya, dengan cara ini dakwah lebih diterima oleh masyarakat pedalaman.

Selain itu, dalam tiap kunjungannya di sejumlah titik dakwah, Arief selalu memberikan bantuan bagi mualaf binaan.

Bantuan tersebut berupa alat perlengkapan shalat, mushaf Alquran, dan buku-buku tentang Islam. Bantuan berupa uang biasanya ia salurkan di bulan Ramadhan, bertepatan dengan pembagian zakat.





BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA