Rabu 07 May 2014 15:49 WIB

Arsitektur Islam dan Pengaruh Budaya Lokal (5)

Istana Topkapi di Istanbul, Turki.
Foto: visit2istanbul.com
Istana Topkapi di Istanbul, Turki.

REPUBLIKA.CO.ID, Selain itu, bangunan masjid pada masa ini berbentuk oval dengan tiang besar dan dindingnya penuh dengan warna serta kaligrafi.

Ini berbeda sekali dengan arsitektur masjid di masa Umayyah yang mengedepankan corak katedral (renovasi dari katedral ataupun bangunan baru) dan persegi mirip Ka'bah.

Bangunan lain yang menunjukkan perkembangan arsitektur Islam pada masa itu adalah Istana Baghdad.

Keunikan dan kekhususan dari arsitektur bangunan istana itu tampak pada penerapan hiasan muqamas atau stalaktit seperti yang diterapkan pada bangunan-bangunan kuburan. Susunan hiasan stalaktit ini digabungkan menjadi lengkung stalaktit yang lebih besar.

Arsitektur Usmaniyah

Kerajaan Usmani (1300-1922) meninggalkan khazanah arsitektur yang kaya, mulai dari istana, benteng, masjid, hingga makam. Pada masa ini, bangunan-bangunan yang berdiri umumnya menampilkan corak yang sedikit berbeda dari arsitektur sebelumnya.

Istanbul (Turki) sebagai pusat pemerintahan kerajaan memiliki ratusan masjid yang bentuk arsitekturnya hampir seragam. Ciri khas masjid di Turki terletak pada kubahnya yang indah yang dikelilingi menara tinggi. Selain tipe masjid kubah, umat Islam pada zaman Usmani menampilkan tipe masjid lapangan dan masjid madrasah.

Istana yang menjadi tempat kediaman resmi raja-raja Usmani disebut Topkapi yang digunakan hanya dari tahun 1465 hingga 1835 M. Bangunan ini sangat megah. Dinding pada ruang tertentu dilapisi emas dengan ukiran arabesk (motif daun, cabang, dan pohon) dan gaya Eropa yang kental.

Di samping istana, terdapat rumah sederhana, namun apik bagi harem sang khalifah. Pada tahun 1835, raja Usmani tidak lagi mendiami Topkapi, tetapi pindah ke Dolmabache yang berarsitektur lebih modern dan mewah.

sumber : Dok Rep/Dia
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement