Selasa 25 Feb 2014 16:07 WIB

Cara Muslim Inggris Hadapi Langkanya Makanan Halal

Shazia Saleem
Foto: www.fdiforum.net
Shazia Saleem

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Shazia Saleem sempat merasa frustasi dengan sulitnya memperoleh makanan halal. Itulah yang selanjutnya mendorong Shazia membangun bisnis makanan halal.

Yang hebat, Shazia memulainya ketika ia masih menjadi mahasiswa di Warmick University. "Sebagian besar teman-teman saya non-Muslim. Saya selalu iri dengan mereka, sementara saya hanya bisa membeli keju atau pasties bawang," kata dia dilansir onislam.net, Selasa (25/2).

Shazia tak berdiam diri. Ia mulai berpikir untuk memproduksi makanan sendiri. Selama delapan tahun ia merintis itu, hingga akhirnya ia merilis produk bernama Ieat. "Saya korbankan impian saya untuk Ieat. Saya harus pergi dan melakukan sesuatu untuk diri saya," kata dia yang sempat bekerja di BBC TV ini.

Awalnya, ia memulai rintisannya itu ketika membeli resor yang sudah tidak terpakai di Kamboja. Beberapa kerabatnya, menilai langkah itu sebagai hal yang gila. Namun, Shazia acuhkan omongan itu.

"Di sana, saya kembangkan satu tempat liburan yang ramah lingkungan. Dan itu berhasil," kata dia.

Sukses berpetualang di Kamboja, Shazia kembali ke Inggris. Di negeri kelahirannya, Shazia memperkenalkan Ieat Foods. Ini merupakan hasil dari riset dan rasa frustasi Shazia.

"Awalnya, kami mungkin ingin mencoba berbagai makanan barat. Tapi pada akhirnya kita harus kembali pada ajaran Islam," kata dia.

Ketika diluncurkan pertama kali, Ieat Foods hanya ditemui secara terbatas di London, Birmingham dan Leicester. Wajar terbatas, karena Shazia hanya dibantu lima karyawan. "Ambisi saya memang untuk membuat kehidupan lebih baik bagi saya dan keluarga serta saudara seiman di luar sana," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement