Senin 03 Feb 2014 19:55 WIB

Sistem Pendukung E-Hajj Perlu Disiapkan

Kabah di Masjidil Haram, Makkah.
Foto: Republika/Tommy Tamtomo
Kabah di Masjidil Haram, Makkah.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Amri Amrullah

Ditjen PHU juga mempersiapkan penyempurnaan Siskohat generasi kedua.

JAKARTA -- Penerapan e-Hajj oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi merupakan terobosan baru penyelenggaraan haji dan umrah. E-Hajj adalah sistem informasi haji dan umrah yang terintegrasi dengan sejumlah negara lain.

 

Bagi Indonesia, implementasi e-Hajj bukanlah hal yang baru karena pengelolaan haji Indonesia telah mengenal Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

Namun, Siskohat ini dinilai belum bisa menyempurnakan implementasi e-Hajj yang ditargetkan dimulai pada 2014. Karenanya, Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan Siskohat generasi kedua untuk mendukung implementasi e-Hajj di Tanah Air.

Di lain pihak, Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) pun telah meluncurkan Amphuri Management System (AMS) sebagai pendukung penerapan e-Hajj di Indonesia.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Anggito Abimanyu mengatakan, persiapan sistem yang menyeluruh bagi penerapan e-Hajj di Indonesia memang mendesak. Karenanya, kata dia, Kemenag melalui Ditjen PHU mempersiapkan penyempurnaan Siskohat generasi dua.

Anggito pun menyambut baik hadirnya sistem AMS dari Amphuri sebagai sistem pendukung impelementasi e-Hajj di Indonesia. "Kita berharap, Siskohat generasi kedua dan hadirnya AMS dari Amphuri ini bisa mendukung e-Hajj tersebut," ujarnya, Ahad (2/2).

Menurut Anggito, agar kedua sistem ini bisa mendukung e-Hajj yang di Arab Saudi, kedua sistem ini harus terintegrasi satu sama lain. Setidaknya, ada dua sistem yang terkait dengan perjalanan umrah dan haji.

Di antaranya, kata dia, sistem AMS dari Amphuri bisa mengisi juga sistem di Siskohat generasi kedua. Seperti pemantauan pergerakan jamaah untuk pendaftaran.

''Kita akan mempersingkat proses pendaftaran. Kalau perlu, cukup sekali proses hanya di bank saja. Jadi, ada kerja sama antara bank, travel, dan Kemenag,'' jelas Anggito.

Setelah terintegrasi utuh dengan Siskohat generasi kedua, sistem-sistem ini siap untuk disambungkan dengan e-Hajj di Arab Saudi.

Saat ini, Kemenag sedang memproses finalisasi sistem Siskohat kedua. Jika Siskohat pertama masih berbasis komputer pribadi (PC) atau mainframe maka pada Siskohat kedua sudah berbasis web.

Rencananya, uji coba Siskohat kedua ini akan dimulai pada April. Tapi, jika terdapat permasalahan, akan segera dievaluasi untuk penyempurnaan.

Walau demikian, Anggito tak ingin Siskohat generasi kedua ini terintegrasi terlebih dahulu dengan sistem visa e-Hajj Arab Saudi. Sebab, pihaknya harus memastikan tidak ada kesalahan agar tidak mengacaukan sistem yang sudah berjalan.

Ketua Amphuri Joko Asmoro menegaskan, pihaknya telah siap mengintegrasikan sistem AMS dengan Siskohat generasi kedua. Sebab, kedua sistem ini berbasis web.

"Untuk tahap pertama, baru bisa diimplementasikan pada layanan umrah. Ketika Siskohat kedua dengan sistem berbasis web telah siap maka sistem AMS yang melayani umrah dan haji khusus sudah bisa terintegrasi secara sempurna," katanya.

Untuk ibadah haji khusus melalui AMS ke depan, calon jamaah bisa mendaftar langsung dari travel-travel yang mereka pilih. Bahkan, kata Joko, dengan AMS ini calon jamaah yang ingin umrah dan berhaji khusus bisa mendaftar dari rumah masing-masing.

AMS ini tidak hanya terkoneksi pada Siskohat generasi kedua, tapi juga perbankan, penerbangan, hingga transportasi.

"Kita ingin mempermudah asosiasi melakukan transaksi secara bersama-sama. Termasuk, mendukung sistem yang ada dalam e-Hajj," ujarnya. Saat ini, terdapat 528 perusahaan penyelenggara umrah dan 252 perusahaan penyelenggara haji.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement