Selasa 05 Nov 2013 11:50 WIB

Belgia Helat Islamic Fair

Rep: afriza hanifa/ Red: Damanhuri Zuhri
Muslim Belgia
Muslim Belgia

REPUBLIKA.CO.ID, -- Muslim Belgia baru saja menghelat acara Islamic Fair pada akhir Oktober. Acara forum dan simposium Muslimin Belgia tersebut merupakan kegiatan tahunan yang kedua setelah tahun lalu mendapat sambutan yang positif dari masyarakat.

Acara Islamic Fair diselenggarakan di Kota Brussel yang notabene memiliki cukup banyak komunitas Muslim. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari sejak Jumat (25/10) hingga Senin (28/10) di Tour&Taxis.

Sebagaimana tahun lalu, acara kali ini pun cukup meriah dengan banyaknya antusias dari Muslimin Belgia. Forum dan simposium yang diagendakan selalu membahas masalah dan tantangan umat Islam di Eropa.

Hal ini berawal dari keprihatinan Muslimin Belgia dengan makin maraknya isu-isu anti-Islam di Benua Biru. Sebagai minoritas, Muslimin di Eropa juga mendapati banyak tantangan. Acara inilah yang kemudian membahas penanganan masalah tersebut.

Acara Brussel’s Islamic Fair ini sebetulnya mengikuti model sebuah konferensi tahunan Muslim Prancis, Le Bourget. Kegiatan tersebut diadakan rutin tiap tahun sejak 30 tahun lalu.

Event itu pun menjadi momen bagi Muslimin Eropa untuk bertemu, mendengar kajian dari para cendekiawan Muslim. Tak hanya itu, terdapat pula beberapa stan yang menjual aneka kebutuhan Muslim. Konsep acara yang sama pun diadopsi Muslim Belgia untuk Islamic Fair.

Mereka juga bekerja sama dengan Gedis Company yang juga menjalin hubungan dengan Organizations of France (UOIF). Alhasil, konsep acaranya sangat mirip. Tahun lalu, Islamic Fair Belgia dihadiri lebih dari 20 ribu pengunjung.

Menurut kabar OnIslam, Muslimin Eropa memang sangat menyukai acara tahunan semacam itu. Mereka berbondong-bondong datang ke gala tahunan untuk mendengarkan ceramah sekaligus mencari buku dan kebutuhan Muslim lain. Tak sedikit pula yang sangat antusias dalam kontes tahfizul Alquran.

“Setiap tahun, puluhan ribu Muslimin dari seluruh Eropa menghadiri kegiatan konferensi dengan pesertanya sebagian adalah perempuan muda berjilbab dan sebagain besar peserta yang sangat antusias, yakni para pemuda Muslim,” tulis web tersebut.

Belgia menjadi rumah bagi sekitar 450 ribu Muslim. Angka minoritas dari total penduduk 10 juta jiwa. Sebagian besar Muslimin Belgia atau sekitar setengahnya merupakan para imigran Maroko. Terdapat pula imigran Turki yang jumlahnya sekitar 120 ribu Muslim.

Adapun di Brussels, Muslimin mengambil 20 persen demografi. Sebagian Muslim di sana merupakan para imigran dari Maroko, Turki, Pakistan, Bangladesh, dan beberapa negara Afrika.

Muslimin hidup nyaman di sana. Fasilitas tempat ibadah pun cukup banyak. Sedikitnya terdapat 77 masjid dan mushala di Brussel. Adapun, secara nasional, jumlah masjid di Belgia lebih dari 300 buah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement