REPUBLIKA.CO.ID, VOLGOGRAD -- Sebuah masjid di Volgograd, Rusia, diserang seorang pria tak dikenal. Pria tersebut melemparkan bom molotov. Ini menjadi insiden baru serangan Islamofobia di Eropa, khususnya Rusia.
"Serangan itu terjadi pukul 02.00 waktu setempat. Saat ini belum diketahui zat apa yang terkandung dalam bom molotov tersebut," demikian pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Rusia, seperti dilansir Interfax, Jumat (25/10).
Dari laporan kepolisian lokal diketahui serangan itu hanya mengakibatkan jendela masjid rusak, tapi tidak menyebabkan kebakaran. Penyelidikan terus dilakukan guna mengungkap pelaku serangan.
Belum lama ini, Rusia dikejutkan dengan bom bunuh diri di Volgograd. Enam pria dan seorang wanita tewas. Puluhan orang terluka dalam serangan itu .
Serangan terhadap masjid Volgograd bukanlah yang pertama untuk menargetkan Muslim pekan ini . Dua hari yang lalu , serangan bom Molotov lain menargetkan Islamic Center. Serangan itu mengakibatkan bangunan Islamic Center terbakar.
Selanjutnya, dua orang tewas ketika meledakan sebuah masjid di Republik Kabardino, Federasi Rusia. Kepolisian mendapati senjata otomatis, granat dan amunisi di halaman masjid.




