Kamis 27 Jun 2013 17:09 WIB

Jaga Identitas Islam, Pembangunan Masjid di UAE Diatur

Masjid Sheikh Zayed Bin Sultan Al Nahyan di Abu Dhabi
Foto: Muslima.com
Masjid Sheikh Zayed Bin Sultan Al Nahyan di Abu Dhabi

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Seluruh masjid di Uni Emirat Arab diwajibkan memenuhi standar yang ditetapkan baik ukuran, kebersihan, lokasi dan desain. Aturan ini dimaksudkan agar kualitas dan penampilan tempat ibadah dapat terjaga.

"Masjid adalah fasilitas publik yang memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Kepatuhan terhadap aturan itu akan melestarikan identitas Islam di seluruh Emirat." kata Falah Al-Ahbabi, General Manager, Dewan Perencanaan Kota (UPC), seperti dikutip The National, Kamis (27/6).

Aturan yang dimaksud mencakup ukuran pintu masuk, halaman, serambi, ruang doa dan mihrab. Pemerintah mensyaratkan pembangunan masjid minimal membutuhkan luas tanah sebesar 1.85 meter persegi. Masjid juga harus memiliki sumber air berjarak 350 meter dari bangunan.

Aturan lainnya, bangunan masjid harus menyisakan 15 persen ruang shalat untuk jamaah perempuan."Bagi masjid yang tidak memenuhi aturan ini akan diperbaiki. Utamanya, fasilitas wudhu yang harus terpisah dari toilet, selain itu toilet akan berada dekat dengan zona penitipan sepatu atau sandal," kata dia.

Khusus Mushola yang berada di bangunan publik, pemerintah UEA mensyaratkan ruangan shalat memiliki proporsi seimbang antara jamaah laki-laki dan perempuan. Fasilitas wudhu tetap dipisahkan dengan toilet.

"Kami melihat pentingnya perencanaan pembangunan masjid yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, tujuan awal dari apa yang kami usahakan ini akan konkret," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement